Skema Pendaki Bawa Turun Sampah Dinilai Gagal di Gunung Everest

2026-02-02 18:07:55
Skema Pendaki Bawa Turun Sampah Dinilai Gagal di Gunung Everest
- Selama bertahun-tahun, Pemerintah Nepal menghadapi tantangan besar untuk mengurangi sampah di Gunung Everest.Skema pendaki yang diwajibkan membawa turun sampah setidaknya 8 kilogram (kg) yang telah berlaku selama 11 tahun bahkan dinilai gagal.Direktur di departemen pariwisata, Himal Gautam mengatakan, permasalahan sampah sebanyak 50 ton di puncak Everest tidak kunjung selesai.Skema denda deposit justru memberikan beban administratif untuk pendaki.Selama ini, pendaki Gunung Everest wajib membayar deposit sebesar 4.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 67 juta saat hendak mendaki ke pegunungan Himalaya.Uang deposit itu dapat diambil kembali jika pendaki membawa turun sampah sebanyak 8 kg.Harapannya, dengan begitu pendaki bisa ikut menyelesaikan masalah sampah di puncak tertinggi di dunia.Lantas, kenapa skema pendaki membawa turun sampah di Gunung Everest dinilai gagal?Baca juga: Bukan Everest, Puncak Gunung Chimborazo Jadi Titik Terjauh dari Pusat Bumi, Kenapa Bisa?Menurut para pejabat Kementerian Pariwisata dan Departemen Pendakian Gunung Everest, sebagian besar uang deposit telah dikembalikan selama bertahun-tahun. Ini artinya, sebagian besar pendaki membawa kembali sampah mereka.Namun, Kepala eksekutif Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha, Tshering Sherpa, mengatakan, program tersebut dinilai gagal karena sampah yang dibawa kembali oleh para pendaki berasal dari kamp-kamp rendah, bukan dari kamp-kamp lebih tinggi, tempat di mana masalah sampah paling parah."Dari kamp-kamp yang lebih tinggi, orang-orang cenderung hanya membawa pulang tabung oksigen," kata Sherpa, dikutip dari BBC."Barang-barang lain seperti tenda, kaleng, dan kotak makanan serta minuman kemasan sebagian besar ditinggalkan di sana, itulah mengapa kita bisa melihat begitu banyak sampah menumpuk," imbuhnya.Menurut Sherpa, rata-rata seorang pendaki mampu membawa turun sampah sebanyak 12 kg dari tempat mereka menghabiskan waktu hingga enam pekan untuk aklimatisasi dan pendakian.Menurut pihak berwenang, rata-rata tersebut lebih sedikit dari sampah yang dihasilkan seorang pendaki.Oleh karena itu, Sherpa menyebut bahwa skema pendaki membawa turun sampahnya sebagai "aturan yang cacat".Baca juga: Update Badai Salju di Gunung Everest, 1 Orang Meninggal, Ratusan Orang Dievakuasi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 18:32