Jepang Perkenalkan "Mesin Cuci Manusia", Kapsul Pembersih Tubuh 15 Menit

2026-01-12 03:43:23
Jepang Perkenalkan
Ringkasan berita: - Jepang kembali memamerkan inovasi unik. Negeri Matahari Terbit itu memperkenalkan perangkat "Mesin Cuci Manusia'.Perangkat tersebut merupakan sebuah kapsul pembersih tubuh otomatis yang debut di World Expo 2025 Osaka pekan lalu. Mesin cuci manusia ini memiliki dimensi sepanjang 2,3 meter dan dirancang untuk membersihkan sekaligus membuat pengguna rileks dalam waktu sekitar 15 menit.Mesin cuci manusia ini dikembangkan oleh perusahaan asal Osaka, Science Co. Perangkat ini menyerupai gabungan antara bak mandi dengan fitur mirip mesin pencuci mobil otomatis.Baca juga: Xiaomi Rilis Mesin Cuci Pertama di Indonesia, Lewat Brand MijiaDi dalamnya terdapat kursi untuk pengguna duduk bersantai. Selama proses pencucian, gelembung mikro dan uap halus akan disemprotkan secara merata ke seluruh tubuh.Sensor internal perangkat ini akan memantau tanda vital pengguna. Mesin cuci manusia ini juga akan menyetel lagu dan menampilkan visual yang menenangkan untuk memberikan efek relaksasi.Kemudian pada akhir sesi, mesin cuci manusia ini juga bisa mengeringkan tubuh secara otomatis.Juru bicara perusahaan, Sachiko Maekura, mengatakan bahwa perangkat ini tidak hanya bertujuan membersihkan tubuh, tetapi juga "membersihkanjiwa" dengan memantau kondisi vital pengguna selama proses berlangsung.Konsepnya merupakan pengembangan dari ide serupa yang pernah dipamerkan pada Expo 1970 di Osaka, tetapi saat itu tidak diproduksi massal.Baca juga: Mesin Cuci Nempel Dinding Sharp Segera Rilis di IndonesiaMeski menarik perhatian, mesin cuci manusia tidak ditujukan untuk pasar umum. Japan Times melaporkan bahwa perangkat ini dibanderol sekitar 60 juta yen atau sekitar 385.000 dollar AS.Karena harga dan kompleksitasnya, Science Co hanya memproduksi 50 unit pada tahap awal. Salah satu unit pertama telah dibeli sebuah hotel di Osaka. World Expo 2025 mencatat lebih dari 40.000 permintaan untuk menjajal mesin ini. Namun, apakah teknologi ini dapat menggantikan pancuran konvensional dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi pertanyaan besar.Ukuran besar dan harga tinggi diperkirakan menjadi penghalang utama bagi adopsi rumah tangga, dirangkum KompasTekno dari PC World.


(prf/ega)