-Kementerian Keuangan memastikan tidak akan merelokasi anggaran Kementerian atau Lembaga dengan serapan rendah.Keputusan ini diambil setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya membuka opsi relokasi.Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman menjelaskan pemerintah kini memilih fokus pada asistensi dan percepatan belanja.Langkah ini diarahkan untuk program prioritas Presiden pada dua bulan terakhir tahun anggaran.“Tujuannya adalah membantu para K/L mempercepat belanjanya. Jadi bukan kita ingin memotong,” ujar Luky dalam konferensi pers APBN Kita edisi November di Jakarta, Kamis .Baca juga: Kemenkeu Buyback SUN Jelang Jatuh Tempo, Total Nilai Capai Rp 6,75 TriliunLuky menyampaikan ada beberapa K/L yang mengembalikan anggaran karena tidak mampu merealisasikan belanja hingga akhir tahun. Kemenkeu memastikan output program tetap aman meski terjadi pengembalian.“Misalnya untuk program prioritas Presiden, itu yang terus kami dorong supaya tidak ada gangguan dalam pencapaiannya,” kata Luky.Realisasi belanja K/L hingga Oktober 2025 mencapai Rp 961,2 triliun atau 75,4 persen dari outlook Lapsem.Baca juga: Kenaikan Gaji ASN Belum Diputuskan, Kemenkeu Hitung Kemampuan FiskalKemenkeu masih mendorong percepatan belanja dalam satu setengah bulan terakhir agar dampaknya terhadap ekonomi tetap optimal.“Intinya, bagaimana membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Bukan semata-mata ingin memotong belanja, tetapi memastikan belanja tersebut benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegas Luky.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Kemenkeu Pastikan Tak Ada Relokasi Anggaran K/L yang Serapan Belanjanya Lambat
(prf/ega)
Kemenkeu Pastikan Tidak Ada Relokasi Anggaran Meski Serapan Rendah
2026-01-12 03:58:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:24
| 2026-01-12 02:08
| 2026-01-12 01:55
| 2026-01-12 01:46
| 2026-01-12 01:45










































