Masih Lesu, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit 2025 di Batas Bawah Target

2026-01-12 16:14:38
Masih Lesu, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit 2025 di Batas Bawah Target
JAKARTA, - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 akan berada di batas bawah kisaran target 8 sampai 11 persen secara tahunan (year on year/yoy).Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penyaluran kredit perbankan pada November 2025 tercatat tumbuh 7,74 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,36 persen (yoy).Namun demikian, penguatan tersebut belum mencerminkan pemulihan permintaan kredit yang solid. Mengingat pada awal tahun ini pertumbuhan kredit dapat mencapai 10,27 persen.Baca juga: Bencana Sumatera Tak Ganggu Kinerja Keuangan, BRI Bakal Berikan Relaksasi Kredit Bagi Nasabah TerdampakSHUTTERSTOCK/JUICY FOTO Ilustrasi kredit, kredit perbankan. Bank optimistis kredit dan likuiditas tetap tumbuh hingga akhir tahun."Permintaan kredit terindikasi belum kuat dipengaruhi oleh perilaku wait and see dari pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang masih lambat," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu .Perry menambahkan, kondisi tersebut juga tercermin dari masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan).Pada November 2025, nilai undisbursed loan mencapai Rp 2.509,4 triliun atau sekitar 23,18 persen dari total plafon kredit yang tersedia di perbankan.Dari sisi penawaran, Perry menegaskan, kapasitas pembiayaan perbankan tetap kuat.Baca juga: BTN Berikan Relaksasi Kredit Konsumer Senilai Rp 1,93 Triliun kepada Nasabah Terdampak Bencana SumateraHal ini ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi 29,67 persen, serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12,03 persen (yoy) pada November 2025."Perkembangan ini turut didorong oleh ekspansi likuiditas moneter dan pelonggaran KLM (kebijakan likuiditas makroprudensial) BI, serta ekspansi keuangan pemerintah termasuk penempatan dana pemerintah pada beberapa bank besar," ucapnya.


(prf/ega)