Dekorasi Natal Meriah Hiasi Kandang Gorila di Ragunan, Jadi Magnet Pengunjung

2026-02-02 21:05:45
Dekorasi Natal Meriah Hiasi Kandang Gorila di Ragunan, Jadi Magnet Pengunjung
JAKARTA, - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) turut memeriahkan perayaan Natal dengan menghadirkan dekorasi khusus di salah satu kandang primata, Kamis .Dekorasi tersebut ditampilkan dalam agenda pertunjukan feeding gorila bernama Kumbo di Pusat Primata Schmutzer.Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, pengunjung yang ingin masuk ke kawasan Pusat Primata Schmutzer harus melalui akses terpisah.Baca juga: Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan ParkiranAntrean tampak mengular sejak area penitipan barang, sementara petugas keamanan memeriksa tas pengunjung satu per satu.Panjang antrean diperkirakan mencapai 8–10 meter dan dibagi ke dalam dua barisan.Memasuki kawasan Pusat Primata Schmutzer, pengunjung disambut sebuah pohon cemara lengkap dengan ornamen khas Natal di area tangga menuju kandang Kumbo.Nuansa Natal dengan dominasi warna merah dan hijau juga terlihat jelas di area kandang gorila tersebut.Dekorasi pohon Natal berbahan kardus dan papan tripleks disusun di bagian tengah kandang. Selain itu, ornamen lampu khas Natal serta hiasan rusa dari kardus turut dipasang untuk memeriahkan suasana dan menemani Kumbo.Kumbo tampak antusias bermain dengan salah satu properti dekorasi Natal sambil berbaring santai.Baca juga: KSPI Tolak UMP Jakarta 2026 yang Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Siap Gugat ke PTUN Dari sudut pandang pengunjung, gorila tersebut terlihat seolah ikut berpesta merayakan Natal.Pemandangan ini membuat para pengunjung berlomba-lomba mengabadikan momen langka tersebut. Mereka juga tampak fokus memperhatikan tingkah Kumbo yang asyik bermain di sekitar pohon Natal. Pengelola Taman Margasatwa Ragunan juga menampilkan aksi feeding time atau pemberian pakan kepada Kumbo dengan latar dekorasi Natal tersebut.Salah seorang pengunjung asal Jakarta bernama Mirna (42) bercerita, dirinya sengaja datang ke TMR untuk memanfaatkan momen libur panjang.Selain itu, ia ingin memberikan edukasi dengan mengenalkan berbagai jenis satwa kepada anaknya."Ini emang kita sengaja ajak anak. Biar belajar juga, oh ini yang namanya gorila. Biar melihat secara langsung. Anaknya happy juga walaupun cuma ke kebun binatang," ungkap Mirna, Kamis.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-02 20:39