[HOAKS] Video Warga Sumut Tahan Pintu Kaca Saat Banjir Menerjang

2026-01-31 05:18:19
[HOAKS] Video Warga Sumut Tahan Pintu Kaca Saat Banjir Menerjang
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. - Di media sosial beredar video sekelompok orang menahan pintu kaca ketika banjir menerjang. Peristiwa itu disebut terjadi di Sumatera Utara.Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).Video sekelompok orang menahan pintu kaca ketika banjir menerjang dibagikan oleh akun Threads ini, serta akun Instagram ini dan ini pada November 2025.Berikut narasi yang dibagikan:Innalillahi, pray for Northern Sumatera (Innalillahi, doa untuk Sumatera Utara)Screenshot Hoaks, video banjir terjang pintu kacaTim Cek Fakta Kompas.com mencermati video tersebut dan menemukan kejanggalan yang mengindikasikan bahwa konten itu hasil rekayasa digital.Ada seorang perempuan berjilbab yang meletakkan tangannya di punggung seorang pria berkaos hitam. Pria itu menahan pintu kaca agar tidak jebol.Tiba-tiba, pergelangan tangan perempuan itu menghilang selama beberapa detik dan muncul lagi saat air bah menerjang pintu kaca.Kesalahan visual semacam ini umum ditemui pada konten yang dihasilkan dengan AI generatif.  Video itu pun lantas diperiksa menggunakan Hive Moderation.Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video sekelompok orang menahan pintu kaca ketika banjir menerjang memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI generatif.Screenshot Hasil pemeriksaan Hive Moderation untuk video banjir terjang pintu kacaVideo sekelompok orang menahan pintu kaca ketika banjir menerjang yang disebut peristiwa di Sumatera Utara adalah hoaks.Video itu dihasilkan dengan AI generator. Probabilitas konten itu AI generatif mencapai 99,9 persen menurut Hive Moderation.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-31 04:08