Seperti Main Game, Petani Kulon Progo Bajak Sawah Pakai Traktor Remote

2026-02-02 19:58:41
Seperti Main Game, Petani Kulon Progo Bajak Sawah Pakai Traktor Remote
KULON PROGO, KOMPAS - Petani Kulon Progo, Yogyakarta mulai mencoba membajak sawah menggunakan traktor remote. Inovasi ini cukup seru, karena disebut seperti bermain game.Traktor tanpa awak ini akan dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo. Teknologi ini memungkinkan traktor berjalan sendiri membalik tanah tanpa perlu dikendalikan langsung oleh operator. Pengembangan dilakukan dengan menambahkan sistem kendali jarak jauh (remote control) pada traktor jenis rotari.Operator cukup mengarahkan traktor dari tepi sawah tanpa perlu turun ke lumpur seperti saat mengoperasikan traktor manual.“Dengan teknologi modern, kita lebih menghemat tenaga tetapi hasilnya maksimal,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Trenggono Trimulyo, dalam keterangan tertulis Dinas Kominfo Kulon Progo, Kamis .Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kenalkan Candi Borobudur Lewat Festival Arung JeramBila akan dioperasikan, petani seperti biasa meletakkan traktor pada lahan yang akan dibajak. Kemudian, mesin tetap dinyalakan secara manual.Setelah itu, traktor dapat dikendalikan melalui remote control. Bulak Ngesti Utomo 2, Ngestiharjo, Wates, menjadi lokasi pertama uji coba penggunaan alat ini.Petani Gapoktan Ngestiharjo, Sahadadi Mulyono, menjelaskan bahwa cara mengoperasikan traktor ini mirip bermain game.“Operator tinggal duduk di pinggir sawah. Tidak perlu lagi berjalan di atas lumpur,” kata Sahadadi.Menurut dia, traktor rotari memiliki tapak yang lebih lebar sehingga lebih cocok untuk kondisi lahan di Ngestiharjo dibandingkan tipe singkal.Baca juga: Teknik Emposan Jadi Jurus Petani Kulon Progo Hadapi Endemik TikusSelain itu, traktor yang dikendalikan jarak jauh akan lebih menghemat tenaga karena kemampuannya yang bisa sampai 30 kali putar.Dengan modernisasi alat pertanian ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja sekaligus menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, untuk kembali bertani.Trenggono menegaskan bahwa modernisasi alat mesin pertanian merupakan langkah penting untuk mewujudkan pertanian yang lebih praktis dan efisien.“Yang paling penting, teknologi ini bisa menarik minat anak muda untuk kembali ke sawah,” katanya.Ia menambahkan bahwa DPP akan mengupayakan penambahan unit traktor digital melalui dukungan anggaran pusat dan Danais, mengingat APBD daerah belum memungkinkan pengadaan dalam jumlah besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 18:17