Perangkat Desa di Tuban Tewas Dibacok, Diduga Dipicu Konflik Cinta Segitiga

2026-02-02 16:07:58
Perangkat Desa di Tuban Tewas Dibacok, Diduga Dipicu Konflik Cinta Segitiga
Seorang perangkat desa di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, inisial R tewas usai dibacok pria inisial W (50). Aksi itu diduga dipicu oleh masalah asmara cinta segitiga.Dilansir detikJatim, Kamis , peristiwa itu terjadi pada Rabu di Desa Jarorejo. Pelaku yang merupakan warga Kecamatan Kerek datang menemui korban, lalu secara tiba-tiba menyerangnya menggunakan senjata tajam jenis parang.Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, Ipda Moch Rudi, membenarkan adanya peristiwa pembacokan yang menewaskan korban. Pelaku saat ini juga diamankan."Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku W untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polres Tuban," ujar Ipda Moch Rudi.Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga pembunuhan tersebut dipicu persoalan asmara.Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses visum. Sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tuban.Baca selengkapnya di sini


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 15:18