Daftar Direksi dan Komisaris GOTO yang Mengundurkan Diri

2026-01-13 08:26:50
Daftar Direksi dan Komisaris GOTO yang Mengundurkan Diri
JAKARTA, - Sejumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengajukan pengunduran diri yang diterima perusahaan pada Senin .Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).Manajemen menjelaskan bahwa aksi pengunduran diri ini akan disertai dengan penunjukan nama-nama baru untuk menggantikan posisi strategis tersebut.Baca juga: Hans Patuwo Dinominasikan Jadi Dirut GOTO, Simak Profilnya Seluruh perubahan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2025.Salah satu nama yang mengundurkan diri adalah Patrick Sugito Walujo, yang resmi melepas jabatannya sebagai Direktur Utama.Untuk menggantikan posisinya, GOTO menominasikan Hans Patuwo sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO).Penetapan ini menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.Selain Patrick Sugito, Ade Mulyana, yang menjabat sebagai Direktur, juga mengajukan pengunduran diri.Dari jajaran Dewan Komisaris, Pablo Malay dan Winato Kartono turut menyampaikan pengunduran diri mereka karena alasan pribadi dan keluarga.Sebagai calon pengganti, GOTO menominasikan Andre Soelistyo dan Santoso Kartono untuk duduk di Dewan Komisaris.Manajemen menilai keduanya memiliki pengalaman strategis dan pemahaman mendalam mengenai teknologi dan investasi sehingga dapat memperkuat fungsi pengawasan serta tata kelola perusahaan.“Bapak Andre Soelistyo dan Bapak Santoso Kartono akan menggunakan pengalaman strategis dan pemahaman mendalam mereka tentang teknologi dan investasi untuk meningkatkan fungsi pengawasan dan tata kelola Dewan Komisaris,” tulis manajemen dalam keterangan resmi.Seluruh perubahan susunan Direksi dan Komisaris tersebut akan dimintakan persetujuan resmi pada RUPSLB 17 Desember 2025, sesuai ketentuan POJK 33/2014, POJK 15/2020, dan Anggaran Dasar Perseroan.Hingga September 2025, pendapatan bersih GOTO meningkat 14 persen menjadi Rp 13,30 triliun dari Rp 11,66 triliun.Selain itu, untuk pertama kalinya, perseroan membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp 62 miliar, menandai peralihan dari tren rugi dalam beberapa periode sebelumnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-13 07:23