Resolusi Diet Tahun Baru, Ini Tips Sehat Tanpa Menahan Lapar Menurut Dokter

2026-01-15 03:14:21
Resolusi Diet Tahun Baru, Ini Tips Sehat Tanpa Menahan Lapar Menurut Dokter
- Memasuki tahun baru 2026, resolusi menurunkan berat badan kerap menjadi target banyak orang.Sayangnya, diet masih sering dipersepsikan sebagai proses yang menyiksa, harus menahan lapar, menghindari makanan favorit, hingga memangkas porsi makan secara ekstrem.Namun, menurut dokter gizi, diet sehat justru tidak perlu membuat tubuh tersiksa.Dokter Spesialis Gizi Klinik RSAB Harapan Kita, dr. Jessica Ferdi, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa diet sejatinya bukan sekadar upaya mengurangi makan.Diet adalah pengaturan pola makan yang mencakup jenis, jumlah, frekuensi, dan kualitas makanan, sesuai kebutuhan masing-masing individu.“Diet itu bukan hanya soal mengurangi asupan, tapi bagaimana kita mengatur makanan agar metabolisme tubuh tetap sehat dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi,” ujar dr. Jessica dalam siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dikutip pada Kamis .Baca juga: Diet Membentuk Badan, Ini Cerita Komang Kecilkan Lingkar Pinggang 7 Cm dalam 8 BulanDokter Jessica menekankan bahwa setiap orang sebenarnya sudah melakukan diet dalam kehidupan sehari-hari, karena diet berarti mengatur pola makan.Namun, ada kelompok tertentu yang memang membutuhkan pengaturan diet lebih terencana, seperti orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, individu dengan berat badan kurang, pasien dengan penyakit tertentu, hingga kelompok khusus seperti ibu hamil, menyusui, anak dalam masa tumbuh kembang, dan lansia.“Diet juga berperan penting untuk mendukung terapi medis, mencegah komplikasi penyakit, dan menjaga kualitas hidup,” jelasnya.Salah satu kesalahan paling umum saat menjalani diet adalah terlalu berfokus pada angka di timbangan.Banyak orang merasa diet berhasil jika berat badan turun drastis, tanpa memperhatikan perubahan komposisi tubuh.“Yang ideal itu bukan hanya berat badan turun, tapi lemak berkurang dan massa otot tetap terjaga,” kata dr. Jessica.Penurunan berat badan yang terlalu cepat justru berisiko menghilangkan massa otot.Padahal, otot berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh.Jika massa otot menurun, metabolisme bisa melambat dan berat badan lebih mudah naik kembali.freepik Komang Santi berhasil mengecilkan lingkar pinggang 7 cm dalam 8 bulan lewat pola makan realistis dan weightlifting, tanpa diet ekstrem. Ini ceritanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 01:56