Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari

2026-01-15 08:43:51
Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari
– Satu dari dua pendaki ilegal Gunung Merapi yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Senin . Sementara itu, satu pendaki lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh petugas.Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Ari Nurwijayanto mengatakan, pendaki yang ditemukan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kemalang, Kabupaten Klaten.“Sore tadi alhamdulillah sudah dievakuasi satu orang ke Puskesmas Kemalang, sehingga sudah dua orang yang ditemukan, tinggal satu orang lagi yang belum ditemukan,” ujar Ari kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Baca juga: Kronologi Insiden Pendakian Ilegal Merapi, 2 Orang Masih DicariAri menjelaskan, pendaki yang berhasil ditemukan tersebut merupakan pendaki yang turun dari Pasar Bubrah melalui jalur Sapuangin.Meski demikian, pihak TNGM menegaskan bahwa seluruh pendaki ilegal tetap akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.“Untuk sanksi kami tunggu periksa dulu, karena saat ini kami masih fokus pada pencarian satu orang lagi,” tambahnya.Sebelumnya, Balai TNGM melalui unggahan Instagram resmi pada Senin menyampaikan informasi terkait pendakian ilegal yang berujung insiden dan operasi pencarian pendaki.Kejadian tersebut berlangsung pada akhir pekan lalu dan menimbulkan kekhawatiran karena kondisi Gunung Merapi yang masih berbahaya.Baca juga: Libur Nataru, Tarif Paket Jip Wisata Lava Tour Merapi Naik Rp 50.000Pendakian ilegal itu terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Tiga orang pendaki diketahui melakukan pendakian tanpa izin melalui jalur Kalitalang, Kabupaten Klaten. Setelah mencapai Pasar Bubrah, ketiganya memutuskan turun melalui jalur Sapuangin.Dalam perjalanan turun, salah satu pendaki mengalami cedera pada bagian kaki. Ia kemudian meminta dua rekannya untuk melanjutkan perjalanan guna mencari bantuan.Namun, karena hari sudah malam, kondisi gelap, serta vegetasi yang rapat, kedua pendaki tersebut memutuskan bertahan di jalur Sapuangin./ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Bubrah Gunung Merapi tahun 2017.Keesokan harinya, Minggu pagi, kedua pendaki kembali melanjutkan perjalanan turun.Dalam proses tersebut, salah satu pendaki terperosok, meski masih mampu melanjutkan perjalanan, ia kemudian meminta rekannya yang berada di lereng atas untuk melanjutkan perjalanan secara terpisah.Baca juga: 2 Pendaki Asal Yogyakarta Hilang di Gunung Merapi, Pencarian DilakukanPendaki yang terperosok tersebut akhirnya bertemu warga Sapuangin saat berupaya mencari jalan keluar dan mendapatkan pertolongan.Namun hingga Senin , baru satu pendaki yang berhasil turun dengan selamat, sementara dua pendaki lainnya belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian pun terus dilakukan oleh Balai TNGM bersama pihak terkait.Pihak pengelola kawasan kembali menegaskan pentingnya mematuhi aturan dan larangan pendakian Gunung Merapi. Pendakian Gunung Merapi telah ditutup total sejak Mei 2018 akibat peningkatan aktivitas vulkanik dan hingga kini masih belum dibuka kembali.Meski demikian, wisatawan yang ingin merasakan aktivitas alam di kawasan Merapi masih dapat melakukan hiking di sejumlah lokasi wisata, seperti Deles Indah dan Kali Talang.Baca juga: 5 Wisata Hits di Klaten, Ada Deles Indah dan Kali TalangNamun, jalur tersebut tidak mencapai puncak Gunung Merapi dan memiliki batasan tertentu yang wajib dipatuhi pengunjung.Pihak TNGM mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melakukan pendakian ilegal demi keselamatan bersama, mengingat status Gunung Merapi sebagai gunung api aktif dengan potensi bahaya yang tinggi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 07:03