13 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Dapat Merusak HP, Hati-hati

2026-02-04 17:27:42
13 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Dapat Merusak HP, Hati-hati
Ringkasan: - HP (handphone) merupakan salah satu perangkat yang bisa dibilang cukup penting bagi pengguna sekarang. Beberapa aktivitas seperti berkomunikasi, menyimpan data, dan lainnya bergantung dengan kelancaran fungsi HP.Oleh karena itu, pengguna kiranya perlu menjaga HP dari kerusakan supaya tetap berfungsi dengan baik dalam kurun waktu yang lama. Untuk menjaga HP, terdapat beberapa kebiasaan yang penting untuk dihindari.Baca juga: HP Panas? Jangan Dimasukkan Kulkas, Pakai Cara IniLantas, hal apa saja yang dapat merusak HP? Sebagai bahan kewaspadaan, artikel ini bakal menjelaskan mengenai beberapa hal yang dapat merusak HP. Untuk lebih lengkapnya, simak terus penjelasan di bawah ini.Ada beberapa kebiasaan yang dapat merusak HP, bagi dari segi komponen perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Salah satunya seperti kebiasaan sering menjatuhkan HP. Kebiasaan ini dapat merusak komponen HP akibat benturan.Kemudian, terdapat pula kebiasaan jarang memperbarui atau update perangkat lunak yang bisa berpotensi meningkatkan serangan keamanan di HP. Kebiasaan-kebiasaan semacam itu perlu dihindari supaya HP dapat berfungsi dengan baik.Adapun beberapa hal yang dapat merusak HP dengan cepat dan penting untuk dihindari adalah sebagai berikut.HP sebaiknya dibawa dengan baik. Sebagaimana sempat disinggung di atas, sering menjatuhkan HP dapat menyebabkan kerusakan fisik pada beberapa komponen HP, seperti layar, tombol, dan komponen internal lainnya.Kedua, hal yang dapat merusak HP adalah menggunakan charger yang tidak asli alias charger KW. Perlu diketahui, charger KW tidak dapat dipastikan apakah sesuai atau tidak dengan tegangan pada baterai HP.Dengan demikian, charger KW dapat berpotensi mengurangi masa pakai baterai HP dengan cepat. Dalam mengisi daya, sebaiknya pengguna memakai charger asli yang sudah dipastikan kesesuaian tegangannya dengan baterai HP.Kebiasaan berikutnya adalah kurang waspada pada paparan cairan dan debu. Untuk diketahui, cairan dan debu yang masuk atau terpapar di HP dapat mempengaruhi kinerja, bahkan dapat merusak komponennya.Sering menduduki HP juga merupakan salah satu kebiasaan yang dapat merusaknya. Tekanan pada saat duduk di atas HP dapat menyebabkan beberapa komponennya rusak. Saat diduduki, layar HP dapat dengan mudah retak.Baca juga: 10 Cara Mengatasi WiFi Tidak Bisa Tersambung di HP dengan MudahKebiasaan yang dapat merusak HP berikutnya adalah memainkan HP terus menerus, sehingga suhunya meningkat tajam jadi sangat panas. Suhu panas berlebih dapat membuat masa pakai baterai tak bertahan lama.Tiap HP dirancang untuk dapat beroperasi secara optimal pada rentang suhu tertentu. Menyimpan atau menggunakan HP dalam suhu ekstrem, yang tidak sesuai anjuran, dapat merusak baterai dan komponen internal lainnya.Ketujuh, kebiasaan yang dapat merusak HP adalah sering membiarkan baterai HP kosong 0 persen. Kebiasaan ini dapat mengurangi kemampuan baterai dalam menyimpan daya. Jika dibiarkan, baterai bisa kehilangan kemampuan menyimpan daya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 15:55