Peringatan Dini Hujan dan Angin Kencang di Banyak Wilayah 17-18 Desember 2025

2026-02-02 12:09:53
Peringatan Dini Hujan dan Angin Kencang di Banyak Wilayah 17-18 Desember 2025
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini BMKG terkait potensi cuaca di Indonesia pada 17-18 Desember 2025.Dalam prakiraan BMKG, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, bahkan disertai angin kencang.Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.Baca juga: BMKG: Ini Wilayah Jateng yang Akan Dilanda Hujan Hari Ini 17 Desember 2025BMKG menilai kondisi tersebut berpotensi memicu dampak lanjutan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan.Selain memperingatkan potensi hujan, BMKG juga memberika peringatan dini akan potensi angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu .Wilayah tersebut meliputi:Baca juga: Wilayah Provinsi Lampung yang Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini 17 Desember 2025, Mana Saja?BMKG memperingatkan angin kencang pada Kamis akan menerjang sejumlah wilayah meliputi:Baca juga: Ini Wilayah yang Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang 17 Desember 2025BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan tentang hujan dan angin kencang melalui aplikasi Info BMKG yang tersedia di App Store dan Play Store, situs resmi www.bmkg.go.id, serta akun media sosial @infoBMKG.Bagi warga yang terutama tinggal di wilayah rawan bencana akibat cuaca ekstrem, diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan.“Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tulis BMKG di akun resminya di Instagram.Jika melihat atau terdampak bencana di sekitar, BMKG mengimbau masyarakat untuk bergotong royong dengan melaporkannya melalui bit.ly/laporbencanabot.“Laporan Sobat akan sangat membantu menjaga keselamatan bersama dan mengurangi risiko bencana. Kunjungi PetaBencana.id untuk memantau laporan bencana secara real-time,” pungkas BMKG.Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG 17-18 Desember 2025, Lampung Kategori Waspada Hujan Lebat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 10:20