Gus Yahya Klaim Pengurus NU Tolak Dirinya Diberhentikan dari Ketum PBNU

2026-01-14 06:03:01
Gus Yahya Klaim Pengurus NU Tolak Dirinya Diberhentikan dari Ketum PBNU
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengeklaim pengurus NU dari berbagai tingkatan menolak dirinya diberhentikan dari kursi Ketum PBNU.Gus Yahya menyebut, pemberhentian siapapun di PBNU harus dilakukan melalui proses muktamar. Ia menegaskan itu saat jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu ."Menolak adanya pemberhentian siapapun, apalagi mandataris sampai dengan muktamar yang akan datang. Itu sudah disampaikan jajaran pengurus di berbagai tingkatan," ujar Gus Yahya dilihat dari siaran Kompas TV.Baca juga: Gus Yahya: Saya Menolak Mundur, Saya Tidak Akan MundurYahya menjelaskan, jajaran kepengurusan NU di berbagai tingkatan sudah memahami masalah ini dengan jelas.Dia menyebut, sudah banyak pengurus yang kemudian mengirimkan pernyataan secara resmi kepada PBNU agar masalah ini tidak diteruskan."Meminta agar segera ada proses komunikasi yang lebih baik di antara seluruh jajaran kepengurusan," imbuhnya.Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025, Gus Yahya disebut tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak untuk dan atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.Baca juga: Gus Yahya Sebut Surat Pemberhentiannya dari Ketum PBNU Tidak Sah"Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB," tulis surat edaran tersebut.


(prf/ega)