Update Harga Mobil Listrik Per Desember 2025

2026-02-04 06:06:01
Update Harga Mobil Listrik Per Desember 2025
JAKARTA, - Memasuki akhir tahun 2025, pilihan mobil listrik di Indonesia sudah sangat beragam. Tahun depan, dipastikan akan terus bertambah pilihannya.Berdasarkan pantauan redaksi dari masing-masing situs resmi pabrikan mobil, tidak ada yang melakukan penyesuaian harga di bulan terakhir tahun 2025 ini.Baca juga: Gratis atau Tidak? Ini Fakta Pajak Tahunan Mobil Listrik di IndonesiaSebulan belakangan ini, ada juga mobil listrik yang baru diluncurkan, yakni Changan Lumin dan Deepal S07.dok. CHANGAN Regional Deputy Chief of CHANGAN Automobile SEA Arie Hermawan, Director of Indomobil Group Andrew Nasuri, SEA Sales Dept. Regional Director CHANGAN Automobile Henry Huang, dan CEO CHANGAN Indonesia Setiawan Surya saat peluncuran CHANGAN Lumin dan CHANGAN Deepal S07 di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Jumat . Kemudian, ada juga beberapa mobil listrik yang baru diumumkan harganya, seperti Jaecoo J5 EV dan Toyota bZ4X dan Urban Cruiser.Untuk tahun depan, mobil listrik yang sebelumnya masuk ke Indonesia secara utuh dan mendapatkan insentif, akan kehilangan insentif tersebut.Baca juga: Mengapa Mobil Listrik Premium Tetap Diminati?Pabrikan yang memasarkan mobil listrik tersebut diharuskan sudah melakukan perakitan lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen./DIO DANANJAYA Toyota bZ4X dan Urban Cruiser di GIIAS 2025Rencananya, pemerintah masih akan memberikan insentif. Namun, hingga kini detailnya belum diungkapkan ke masyarakat.Berikut ini daftar harga mobil listrik per Desember 2025, dirangkum dari berbagai sumber:AionAion Y Plus Exclusive : Rp 419 jutaAion Y Plus Premium : Rp 479 jutaAion V Exclusive : Rp 449 jutaAion V Luxury : Rp 489 jutaAion UT Standard : Rp 325 jutaAion UT Premium : Rp 363 jutaHyptec HT Premium : Rp 691 jutaHyptec HT Ultra : Rp 843,5 jutaAletraL8 EV : Rp 488 jutaL8 EV Aero Line : Rp 493 jutaBMWi4 eDrive35 (NIK 2024) : Rp 1,841 miliari5 eDrive40 (NIK 2024) : Rp 2,225 miliari5 M60 (NIK 2024) : Rp 2,830 miliari5 eDrive40 Touring (NIK 2024) : Rp 2,275 miliariX1 eDrive20 : Rp 1,379 miliariX xDrive45 : Rp 2,628 miliariX xDrive40 (NIK 2024) : Rp 2,545 miliariX xDrive50 (NIK 2024) : Rp 2,719 miliari7 xDrive60 Gran Lusso : Rp 3,415 miliari7 xDrive60 Gran Lusso (Two-tone exterior color) : Rp 3,576 miliarBYDAtto 1 Dynamic : Rp 195 jutaAtto 1 Premium : Rp 235 jutaDolphin Dynamic : Rp 369 jutaDolphin Premium : Rp 429 jutaAtto 3 Advanced : Rp 390 jutaAtto 3 Superior : Rp 520 jutaM6 Standard : Rp 383 jutaM6 Superior 7-seater : Rp 423 jutaM6 Superior Captain Seat : Rp 433 jutaNew Seal Premium : Rp 639 jutaNew Seal Performance (AWD) : Rp 750 jutaSealion 7 Premium : Rp 629 jutaSealion 7 Performance : Rp 719 jutaChanganDeepal S07 : Rp 599 jutaLumin : Rp 178 jutaCheryE5 Pure : Rp 369,9 jutaE5 : Rp 399,9 jutaJ6 RWD : Rp 505,5 jutaJ6 iWD : Rp 565,5 jutaJ6 RWD Phantom Edition : Rp 555,5 jutaJ6 iWD Phantom Edition : Rp 615,5 jutaCitroenE-C3 : Rp 377 juta


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 04:21