Kemensos Gunakan AI untuk Tes Bakat Siswa Sekolah Rakyat

2026-01-15 11:20:50
Kemensos Gunakan AI untuk Tes Bakat Siswa Sekolah Rakyat
Jakarta - Kementerian Sosial terus melakukan evaluasi terhadap sekolah rakyat. Kementerian Sosial menggunakan teknologi AI untuk menemukan bakat siswa sekolah rakyat.Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, Kementerian Sosial melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan sekolah rakyat di 166 titik. Kementerian Sosial secara bertahap memperbaiki sekolah rakyat untuk menunjang proses belajar mengajar.“Saya minta tadi Prof. Mohammad Nuh sebagai ketua tim ahli penyelenggara Sekolah Rakyat untuk melakukan evaluasi dan melakukan penilaian, terhadap apa yang sudah kita kerjakan selama enam bulan terakhir ini,” ujar pria yang kerap disapa Gus Ipul usai mengikuti pra launching sekolah rakyat di Surabaya, Senin .AdvertisementGus Ipul menjelaskan, hasil dari evaluasi sekolah rakyat, siswa mulai menunjukan sejumlah bakat. Sebelumnya, siswa yang masuk sekolah rakyat tidak mengikuti tes akademik, namun mengikuti tes kesehatan.“Lalu ada tes DNA talent menggunakan teknologi berbasis AI, disajikan oleh Pak Ari Ginanjar,” jelas Gus Ipul.Keterlibatan teknologi AI pada sekolah rakyat, mempermudah dalam menemukan bakat siswa. Menggunakan teknologi AI, para pengajar di sekolah rakyat dapat mengetahui kejeniusan, minat, bakat, talenta dari siswa Sekolah Rakyat.“Dari situ (tes DNA Talent) kita bisa mengetahui dan sekaligus nanti membimbing dan mengarahkan sebaiknya mereka (siswa) nanti berprofesi di bidang apa,” ucap Gus Ipul. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 09:53