Hadapi Volatilitas Global, Analis Sarankan Investor Rotasi Sektor dan Disiplin Valuasi

2026-01-13 06:44:24
Hadapi Volatilitas Global, Analis Sarankan Investor Rotasi Sektor dan Disiplin Valuasi
JAKARTA, - Di tengah volatilitas pasar global dan ketidakpastian arah ekonomi dunia, investor dinilai tidak perlu menjauhi pasar.Sebaliknya, strategi rotasi sektor yang tepat, disertai disiplin valuasi dan kesabaran jangka panjang, disebut menjadi kunci utama dalam mengelola portofolio investasi pada 2026.CEO PT Trimegah Asset Management Antony Dirga menilai investor, khususnya pemilik dana besar, perlu melakukan realokasi portofolio dengan fokus pada sektor unggulan."Analisis ini menekankan bahwa investor perlu mengutamakan sektor unggulan dan melakukan rotasi sektor," jelasnya dalam BRI Market Outlook 2026 yang dilansir pada Sabtu .Baca juga: Optimisme Domestik Jadi Penopang Investasi di Tengah Tekanan GlobalAntony menyebut sektor perbankan, infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi hijau sebagai sektor yang berpotensi mencatat outperform pada 2026.Dalam kesempatan yang sama, investor legendaris Lo Kheng Hong menekankan pentingnya disiplin dalam menilai valuasi dan konsistensi memilih perusahaan berkualitas, terutama saat pasar bergerak fluktuatif.Menurut Lo Kheng Hong, volatilitas bukan sesuatu yang harus dihindari oleh investor jangka panjang.Justru dalam fase gejolak, peluang untuk mengakumulasi aset bernilai sering kali terbuka lebih lebar, selama investor tetap berpegang pada nilai fundamental perusahaan.Ia juga mengingatkan bahwa investasi bukanlah perlombaan jangka pendek, melainkan proses jangka panjang yang menuntut kesabaran.Fokus pada kualitas dan nilai perusahaan dinilai lebih penting dibandingkan mengejar pergerakan harga dalam jangka pendek.Dengan kombinasi rotasi sektor yang tepat dan disiplin investasi jangka panjang, para pembicara sepakat investor masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan portofolio di tengah tantangan global.Strategi tersebut dinilai lebih relevan dibandingkan sikap defensif berlebihan yang justru berpotensi membuat investor kehilangan peluang pada 2026."Volatilitas tidak perlu dihindari, tetapi dimanfaatkan. Menurutnya, momen gejolak justru dapat menjadi saat terbaik untuk mengakumulasi aset bernilai," tandasnya.Baca juga: China Masih Penyumbang Terbesar Investasi KEK di Indonesia


(prf/ega)