Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir, Mendes: Jadi Sungai

2026-01-16 11:11:50
Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir, Mendes: Jadi Sungai
SURABAYA, – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyebut sembilan desa di Sumatera hilang karena terdampak bencana banjir bandang.“Data sementara sembilan desa hilang, areanya sudah jadi sungai,” katanya usai penyerahan bantuan komputer kepada pemerintah desa di Surabaya, Senin .Sembilan desa tersebut, menurut dia, lebih banyak berada di Provinsi Aceh, sementara sisanya tersebar di dua provinsi lainnya yakni di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat.Yandri menilai bencana tersebut masuk dalam kategori serius karena tidak hanya merusak fasilitas, namun menenggelamkan desa.“Kita melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Menteri Dalam Negeri, BNPB, kemudian juga dengan Menteri Perumahan,” kata Yandri menjelaskan langkah penanganan.Baca juga: Nasib Desa Leubok Pusaka di Aceh Utara, Separuh Wilayahnya Hilang Disapu BanjirSejak awal terjadinya bencana, Kemendes telah menerbitkan surat perintah kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk melakukan pendataan menyeluruh.Pendataan tersebut mencakup klasifikasi desa yang hilang, rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan sebagai dasar kebijakan pascabencana.Fokus utama Kemendes ke depan adalah pemulihan fasilitas dasar di desa-desa terdampak, khususnya desa yang dinyatakan hilang. Pemulihan tersebut meliputi hunian warga, fasilitas umum, hingga sarana pendukung kehidupan masyarakat desa.“Nah, kami mungkin akan fokus di pasca bencananya. Bagaimana fasilitas mendasar di desa itu bisa segera kita pulihkan,” kata Yandri.Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan jumlah korban jiwa banjir dan tanah longsor Sumatera bertambah 16 jiwa per hari ini, sehingga total menjadi 1.106 orang.Jumlah warga yang masih dalam pencarian berkurang 10 jiwa, sehingga saat ini masih ada 175 jiwa yang masuk dalam daftar pencarian.Untuk jumlah pengungsi, total per hari ini adalah 502.570 jiwa. Dalam satu minggu terakhir, jumlah pengungsi sudah cukup banyak berkurang karena sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-01-16 10:53