KALEIDOSKOP 2025: 10 Film Indonesia dengan Jumlah Penonton Terbanyak

2026-02-02 00:40:54
KALEIDOSKOP 2025: 10 Film Indonesia dengan Jumlah Penonton Terbanyak
JAKARTA, – Industri perfilman Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan sejarah baru.Jika tahun-tahun sebelumnya didominasi penuh genre horor, tahun ini peta persaingan box office Tanah Air menjadi jauh lebih variatif.Tahun 2025 menjadi momen kebangkitan bagi genre animasi dan drama, meskipun dominasi film horor masih terasa kuat di papan tengah. Kejutan terbesar datang dari film animasi lokal yang berhasil mematahkan rekor jumlah penonton sepanjang masa, membuktikan bahwa pasar penonton keluarga memiliki potensi yang sangat masif.Berdasarkan data penonton yang dihimpun dari berbagai jaringan bioskop hingga pertengahan Desember 2025, berikut adalah daftar 10 film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak tahun ini:Bidik layar akun Instagram resmi film Jumbo Film Jumbo mengajarkan anak-anak untuk memiliki empati.Jumbo mencetak sejarah baru di industri film Indonesia dengan rekor 10,2 juta penonton.Film debut penyutradaraan Ryan Adryandhi ini bahkan mematahkan stigma animasi sulit berkembang di Indonesia. Poster Film Agak Laen Menyala PantikuPer Minggu , Agak Laen: Menyala Pantiku! sudah menembus 7,1 juta penonton.Film teranyar dari Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Bene Dion ini membuktikan kekuatan IP mereka.Agak Laen: Menyala Pantiku! kini mengejar perolehan penonton film pertamanya yang berada di 9,1 juta.Instagram MD Picture. Film Pabrik Gula karya sutradara Awi Suryadi siap tayang di bioskop saat momen Lebaran.Diadaptasi dari utas viral SimpleMan, Pabrik Gula menjadi horor terlaris di tahun 2025.Film garapan Awi Suryadi ini mengantongi total 4,7 juta penonton selama tayang di bioskop.Pabrik Gula menjadi salah satu film yang meramaikan Lebaran di tahun ini./Revi C Rantung Deretan pemain film Petaka Gunung Gede dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat . Petaka Gunung Gede garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis menjadi film horor Indonesia terlaris kedua dengan 3,2 juta penonton.Petaka Gunung Gede diadaptasi dari kisah nyata Maya Aka yang terjadi pada 2007.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 19:52