Remaja Tewas Bersimbah Darah di Leuwisadeng Bogor, Polisi Selidiki

2026-01-17 04:10:55
Remaja Tewas Bersimbah Darah di Leuwisadeng Bogor, Polisi Selidiki
Remaja berusia 16 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Korban mengalami luka di paha diduga akibat senjata tajam."Ya memang betul temuannya di wilayah kami, tetapi kalau motifnya kami belum bisa memberikan statement keterkaitan dengan kejadian semalam. Intinya memang kejadiannya betul, cuma kita masih dalam penyelidikan dulu," kata Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto ketika dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (27/11/2025).Maryanto, korban ditemukan warga sudah tergeletak di depan kontrakan di Desa Leuwisadeng sekitar pukul 01.00 WIB. Saat ditemukan, korban mengalami luka diduga akibat senjata tajam di paha."Kalau masalah luka memang ada, cuma kita masih penyelidikan ya. Luka ada di paha (diduga akibat sajam). Nggak ada luka lain," kata Maryanto.Saat ini, kata Maryanto, korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Polsek Leuwiliang saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban."Identitas MCP usia sekitar 16 tahun, alamatnya daerah Cigudeg. Korban sudah ada keluarga yang datang dan kita serahkan. Belum ada laporan lainnya. Kita masih penyelidikan soal yang ini, baik penyebab maupun motifnya," pungkas Maryanto.Lihat juga Video: Geger IRT di Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 02:17