Gubernur Sherly Bantah Tudingan Terkait Izin Tambang Baru: Bisa Dicek Saya Berbohong atau Tidak

2026-01-12 04:02:24
Gubernur Sherly Bantah Tudingan Terkait Izin Tambang Baru: Bisa Dicek Saya Berbohong atau Tidak
TERNATE, – Hasil investigasi Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), terdapat izin perusahaan tambang milik Sherly Tjoanda yang keluar setelah ia menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara.Sherly pun membantah hal itu. Ia membantah bahwa sejumlah izin pertambangannya keluar setelah ia menduduki jabatan sebagai gubernur.Menurutnya, semua izin pertambangannya sudah ada sejak sebelum ia menjadi gubernur atau bahkan saat mencalonkan diri sebagai gubernur.Baca juga: Gubernur Sherly Tjoanda: Tak Ada UU yang Larang Pejabat Publik Miliki Usaha “Faktanya itu tidak ada, bisa dibuka di kementerian, bisa dilihat. Kalau di OSS (Online Single Submission) itu jelas, kapan izin itu diberikan. Semua izin pertambangan saya itu 2020 ke bawah. Mungkin 2018, 2020, mungkin ada 2022, saya enggak hafal. Tapi intinya tidak ada perizinan yang baru keluar,” katanya dalam bincang-bincang dengan Rosiana Silalahi dalam program ROSI di KompasTV, Kamis malam .“Semua perizinan saya itu sudah ada sebelum saya menjadi gubernur. Tahun itu bisa dibuka di OSS, di kementerian, itu transparan bisa dibuka itu informasi publik. Jadi bisa dicek saya berbohong apa tidak,” imbuhnya.Baca juga: Sherly Tjoanda Akui Punya 5 Perusahaan Tambang, Semua Dimiliki Sebelum Jadi GubernurSherly juga memastikan bahwa tidak akan bisa menggunakan kekuasaannya untuk melindungi perusahaannya. Selain itu, sebagai gubernur kewenangan yang dimiliki sangat terbatas.“Sebagai gubernur, jika saya mau melindungi perusahaan, saya juga tidak punya otoritas untuk itu. Kita gubernur tidak memilki otoritas yang absolut. Izin bukan kita yang keluarkan, kerusakan lingkungan, penutupan dan tidak tutup itu bukan kita,” bebernya.Menurutnya, Kementerian ESDM bisa mengutus siapa saja untuk turun, menyegel dan menyetop aktivitas perusahaan tambang tanpa persetujuan gubernur.“Jadi saya tidak memiliki kewenangan untuk melindungi bahkan perusahaan saya sendiri. Logic-nya demikian. Dan, saya ini pejabat publik, saya enggak bikin saja satu Indonesia tahu, apalagi saya bikin dan saya salah,” tegasnya.Sherly juga mewanti-wanti kepada keluarga hingga orang-orang di lingkaran perusahaan agar tidak menggunakan namanya untuk kepentingan mereka. Sehingga, mereka tahu jabatannya sebagai gubernur cukup sensitif.Menurutnya, semua mata selalu mengawasinya, tidak ada cukup ruang untuk melakukan kesalahan dan kompromi.“Zaman digital saat ini, saya ngomong pun dinding bertelinga, udara bertelinga, ada rekaman di mana-mana,” ucapnya.Ia menegaskan latar belakangnya sebagai ibu rumah tangga tanpa ada dukungan politik. Sehingga hanya menjalankan semua sesuai aturan.“Otak saya enggak sampai untuk sesuatu yang terlalu ribet. Karena sebuah kompromi akan menghasilkan kompromi yang lain. Saya tidak berencana kehilangan kebebasan saya. Saya bersyukur apa yang saya miliki lebih dari cukup. Hidup saya sederhana, hanya butuh waktu untuk menikmatinya, dan waktu itu saya konversikan untuk membangun Maluku Utara,” ungkapnya.


(prf/ega)