Kembali dari Sumatera, Dedi Mulyadi Kaget Lihat Kondisi Sungai Bandung: Ini Penyebab Banjirnya

2026-01-12 02:40:36
Kembali dari Sumatera, Dedi Mulyadi Kaget Lihat Kondisi Sungai Bandung: Ini Penyebab Banjirnya
- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali ke Bandung setelah menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Sumatera.Setibanya di Bandung, ia langsung bergerak cepat meninjau banjir yang melanda Kabupaten Bandung dalam beberapa hari terakhir.Dalam kunjungan tersebut, Dedi menyoroti langsung penyebab utama banjir yang menurutnya berasal dari kondisi sungai yang dipenuhi sampah.Baca juga: Saat Dedi Mulyadi Dicari Anak-anak Sekolah Muara GembongDalam unggahan media sosialnya, Dedi memperlihatkan tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai.“Tah ieu tah, ieu runtuh (sampah) nepi ka kieu na,” ujarnya sambil merekam kondisi Sungai yang dipenuhi berbagai jenis sampah.Saat meninjau lokasi, Dedi didampingi aparatur wilayah Bojongsoang bernama Al Azhar. Ia meminta aparat tersebut menjelaskan asal usul sampah yang menumpuk di sungai.Awalnya, Al Azhar tampak gelagapan ketika dimintai keterangan. Namun, setelah didesak untuk jujur, ia mengungkap bahwa sampah tersebut berasal dari beberapa wilayah sekitar.“Iya dari masyarakat, kita jujur aja pak sampah dari mana aja,” tegas Dedi. Al Azhar kemudian menjelaskan, “Jadi sampah ini bersumber masyarakat dari wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.”Baca juga: KRI Semarang Angkut Bantuan Jabar, Dedi Mulyadi Lepas Pengiriman ke SumateraSelain sampah, Al Azhar juga membenarkan analisis Dedi mengenai faktor lain penyebab banjir, seperti alihfungsi lahan di kawasan Kabupaten Bandung.Menurutnya, perubahan lahan hijau menjadi perumahan serta rawa-rawa yang berubah menjadi pemukiman turut memperburuk kondisi lingkungan. Bahkan hulu sungai kini banyak berubah menjadi perkebunan menggunakan plastik.Dedi menilai alihfungsi lahan menjadi faktor krusial yang memperburuk banjir di wilayah Bandung.Menurutnya, perubahan tata ruang yang tidak terkendali telah memperbesar risiko genangan dan banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.Baca juga: Sepekan Tanpa Kabar, Dedi Mulyadi Temui Keluarganya Selamat dari Banjir Bandang di AcehIa memberikan peringatan keras kepada pejabat wilayah agar segera melakukan pembenahan tata ruang.“Saya peringatkan, kalau ini tidak berubah, tata ruangnya dibenarin, tidak boleh ada izin perumahan baru, saya yakin 2-3 tahun ke depan, kalau banjir wilayah ini semua tenggelam pak,” tegasnya.Al Azhar menanggapi peringatan tersebut dengan menyatakan bahwa pencegahan bisa dilakukan melalui sinergi antara masyarakat dan pemerintah setempat.


(prf/ega)