Baleg Rapat Bareng Raja Dangdut Rhoma Irama, Bahas Revisi UU Hak Cipta

2026-01-16 23:30:21
Baleg Rapat Bareng Raja Dangdut Rhoma Irama, Bahas Revisi UU Hak Cipta
JAKARTA, - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI kembali menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dalam rangka penyusunan revisi Undang-Undang tentang Hak Cipta.Dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara I DPR RI, Kamis , Baleg mengundang sejumlah pelaku di industri musik, salah satunya penyanyi Rhoma Irama yang dijuluki "Raja Dangdut Indonesia".“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir, yaitu Bapak Haji Rhoma Irama, Ketua Umum Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia atau PAMDI. Terima kasih, Pak Haji, atas kehadirannya,” ujar Ketua Baleg DPR Bob Hasan saat membuka rapat.Baca juga: Revisi UU Hak Cipta, Kubu Ariel NOAH dan Piyu Padi Bahas Jalan Tengah Royalti MusikSelain Rhoma, Baleg juga mengundang Bendahara Umum Backstagers, Debora Sharon; seniman dan pendiri Solo International Art Camp, Sulistyo; Legal Manager Multivision Plus, Grahadita Imas Utami; serta Ketua LMK Royalti Anugrah Indah, Dadang.“Terima kasih sudah memenuhi undangan kami dalam rapat dengar pendapat Badan Legislasi hari ini,” kata Bob.Dia menjelaskan bahwa RDPU tersebut digelar untuk mendengarkan masukan terkait materi harmonisasi, sinkronisasi, dan pembulatan konsepsi dalam RUU Hak Cipta.“Acara kita hari ini untuk penyusunan RUU Hak Cipta, kali ini di Baleg harmonisasi, sinkronisasi, pembulatan konsepsi terkait RUU Hak Cipta,” ujarnya.Baca juga: Dipimpin Piyu Padi Reborn, Ini 8 Rekomendasi AKSI untuk Revisi UU Hak CiptaSebelumnya, Baleg DPR juga telah menggelar RDPU terkait RUU Hak Cipta pada Selasa .Rapat tersebut menghadirkan berbagai pelaku industri musik, mulai dari penyanyi hingga produser dari organisasi Vibrasi Suara Indonesia (Visi), Asosiasi Komponis Seluruh Indonesia (AKSI), serta Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri).Baleg menargetkan penyusunan dan pembahasan RUU Hak Cipta dapat dirampungkan dalam waktu dekat.DPR optimistis revisi undang-undang yang bertujuan menyelesaikan polemik royalti tersebut tetap bisa disahkan tahun ini.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-16 23:06