- Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tidak akan ada mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) korban bencana di Aceh dan Sumatera putus kuliah.Hal itu diungkapkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, saat memberikan bantuan dana untuk mahasiswa di dekat Posko Darurat Bencana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu ."Saya minta anak-anak semua tidak perlu khawatir soal biaya kuliah. Kementerian Agama tidak akan membiarkan kalian putus kuliah hanya karena keterbatasan biaya. Kami hadir untuk mendampingi kalian agar bisa bangkit dan pulih kembali," kata Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu .Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah mahasiswa terdampak banjir tersebar di lima PTKN dan delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).Baca juga: Kemenag: 95,1 Persen Lulusan Kampus Islam Negeri Sudah BekerjaRinciannya, UIN Sumatera Utara (UISU) sebanyak 1.417 mahasiswa, UIN Ar-Raniry Banda Aceh 4.119 mahasiswa, Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah 1.134 mahasiswa, IAIN Langsa 2.013 mahasiswa, IAIN Takengon 378 mahasiswa, STAIN Tgk Chiek Dirundeng 71 mahasiswa, serta PTKIS sebanyak 2.640 mahasiswa.Menag mengatakan, pihaknya juga sudah memberikan bantuan mencapai Rp Rp 2,35 miliar, yang diberikan dalam bentuk bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 200.000 per mahasiswa, serta 15 bal makanan siap saji."Pesan saya kepada mahasiswa terdampak banjir, kehadiran saya di sini jangan hanya dianggap sebagai Menteri Agama, tetapi anggaplah saya sebagai bapak angkat," ujarnya.Sebelumnya, Kemenag membuka opsi pembelajaran daring bagi siswa lembaga pendidikan berbasis keagama seperti madrasah yang terdampak banjir di Sumatera.Baca juga: Kemenag Buka Opsi Pembelajaran Daring bagi Siswa Madrasah Terdampak Banjir SumateraWakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengatakan, proses belajar mengajar di lembaga pendidikan berbasis keagamaan harus tetap berjalan baik meski pasca-bencana."Khusus yang terkait dengan properti yang berada di bawah naungan Kemenag, kami ingin memastikan bahwa anak anak yang belajar di pondok, madrasah, tidak boleh kehilangan haknya untuk terus belajar," kata Romo dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin ."Dan kalau mungkin kondisi fisik dari pondok dan madrasahnya belum memungkinkan kami telah mengambil kebijakan bisa dilakukan kegiatan belajar mengajarnya secara daring," lanjut dia.Romo menuturkan, pada tahap awal pihaknya melakukan langkah tanggap darurat terlebih dahulu terhadap para korban bencana banjir dan longsor di Sumatera.Baca juga: Kemenag: Siswa Terdampak Banjir Aceh-Sumatera Bisa Belajar OnlineFokusnya adalah bagaimana warga yang terdampak bisa menghadapi bencana, bisa bertahan dan tetap semangat menjalani kehidupan."Setelah itu, kita melakukan perbaikan-perbaikan properti, yang mengalami kerusakan," jelas Romo.
(prf/ega)
Menag Pastikan Mahasiswa PTKIN Terdampak Banjir Sumatera Tidak Putus Kuliah
2026-01-12 18:19:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:05
| 2026-01-12 17:28
| 2026-01-12 16:45










































