Teks Pesan Pahlawan Nasional untuk Upacara Hari Pahlawan 2025 Sesuai Panduan Pemerintah

2026-01-13 06:34:33
Teks Pesan Pahlawan Nasional untuk Upacara Hari Pahlawan 2025 Sesuai Panduan Pemerintah
- Upacara peringatan Hari Pahlawan akan jatuh pada esok hari atau Senin, 10 November 2025.Peringatan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengingat tekad para pejuang pada peristiwa 10 November 1945 yaitu pertempuran besar di Surabaya (Battle of Surabaya).Dalam rangka memperingati hari tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah merilis tema nasional beserta panduan resmi penyelenggaraan upacara bendera dan rangkaian kegiatan peringatan.Baca juga: Bacaan Doa Upacara Hari Pahlawan 2025 Lintas Agama Lengkap dan Resmi Versi PemerintahDalam pedoman resminya, Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan bahwa upacara peringatan dilaksanakan serentak dan khidmat pada Senin, 10 November 202, pukul 08.00 waktu setempat hingga selesai.Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan pesan perjuangan pahlawan nasional sebagai pengingat atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.Teks pesan pahlawan nasional ini dibacakan menjelang pembacaan teks amanat pembina upacara atau setelah pembacaan pembukaan UUD 1945.Baca juga: Susunan Upacara Hari Pahlawan 2025 Sesuai Panduan PemerintahBerikut adalah kumpulan teks pesan perjuangan pahlawan nasional yang bisa dibacakan pada pelaksanaan upacara Hari Pahlawan 2025Kemensos telah merilis tema dan logo resmi Hari Pahlawan 2025.Hari Pahlawan 2025 mengusung tema "Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan"Tema dan logo tersebut mengandung pesan bahwa semangat generasi penerus yang meneladani perjuangan para pahlawan, bergerak maju dengan jiwa nasionalisme. bendera merah putih menjadi sumber semangat untuk terus melanjutkan perjuangan demi Indonesia emas.Untuk selengkapnya, paduan beserta pedoman pelaksanaan peringatan Hari Pahlawan dapat diakses melalui laman Kemensos.Dengan menetapkan tema nasional, rangkaian upacara, dan kegiatan peringatan yang tersusun, Kemenpora RI berharap peringatan Hari Pahlawan ke-97 ini menjadi ajang pembelajaran nilai kebangsaan serta sarana memperkokoh rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.Link Pedoman Pelaksanaan Hari Pahlawan 2025 KLIK DI SINI


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 06:25