Cuaca Ekstrem, BPS Peringatkan Risiko Gagal Panen Meningkat di Akhir 2025

2026-01-12 15:56:57
Cuaca Ekstrem, BPS Peringatkan Risiko Gagal Panen Meningkat di Akhir 2025
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan adanya potensi gagal panen yang meningkat pada akhir 2025.Risiko ini terutama dipicu oleh cuaca ekstrem yang memicu banjir dan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah sentra produksi pangan.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa November dan Desember 2025 menjadi periode dengan risiko tertinggi terhadap gangguan produksi tanaman pangan, khususnya padi.“Risiko atau potensi gagal panen berpeluang meningkat menjelang akhir 2025, termasuk di bulan November dan Desember. Ini terkait cuaca ekstrem seperti banjir dan beberapa bencana di sejumlah wilayah,” ujarnya dalam konferensi pers Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta pada Senin .Baca juga: BPS: Luas Panen Padi Naik 9,18 Persen pada Agustus 2025Pudji menjelaskan, beberapa provinsi di Sumatera tercatat mengalami dampak paling signifikan, antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut menggenangi lahan pertanian dan mengganggu tanaman padi yang sedang memasuki fase pertumbuhan.“Kondisi ini berdampak pada lahan pertanian, khususnya sawah dan pertanaman padi,” kata Pudji.Untuk memastikan akurasi data, BPS memperpanjang pengamatan lapangan Kerangka Sampel Area (KSA) di tiga provinsi terdampak.Dalam perkiraan BPS, luas panen padi akan mengalami kemerosotan hingga akhir tahun 2025.Dari posisi Oktober 2025 sebesar 860 ribu hektar (Ha), menjadi 600 ribu Ha pada November 2025 dan 440 ribu Ha pada Desember 2025.Perkiraan produksi padi gabah kering giling ikut merosot dari 4,72 juta ton pada Oktober 2025, menjadi 3,37 juta ton pada November 2025, dan menjadi 2,47 juta ton pada Desember 2025.Seiring dengan itu, potensi produksi beras juga mengalami kemerosotan dari 2,72 juta ton pada Oktober 2025, akan menjadi 1,95 juta ton pada November 2025 dan 1,42 juta ton pada Desember 2025.Proses pemutakhiran data ini dilakukan guna menghitung luasan pasti potensi puso atau gagal panen.Pudji menambahkan bahwa besaran final luasan gagal panen pada November 2025 akan diumumkan pada rilis resmi BPS bulan Januari 2026.Baca juga: Keberatan atas Analisis INDEF soal Lonjakan Produksi Padi, Kementan Beri Klarifikasi


(prf/ega)