Komisi Reformasi Polri Siap Bekerja, Besok Gelar Rapat Perdana

2026-01-13 05:56:11
Komisi Reformasi Polri Siap Bekerja, Besok Gelar Rapat Perdana
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri. Sebanyak 10 anggota komisi tersebut telah dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat .Jimly Asshiddiqie ditunjuk sebagai ketua merangkap anggota. Lalu Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.Baca juga: Komisi Reformasi Polri Solusi Semu atas Problem SubstansialKemudian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019-2024, Mahfud MD; Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian, Ahmad Dofiri; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; Kapolri 2019-2021 Idham Aziz; dan Kapolri 2015-2016 Badrodin Haiti.Pembentukan komisi ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditetapkan pada 7 November 2025.Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie mengatakan akan melaksanakan rapat perdana  di Mabes Polri pada Senin ."Senin besok rapat pertama di Mabes Polri," kata Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, saat ditemui di Masjid Asy-Syarif, BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten .Jimly mengatakan, dalam rapat perdana ini, para anggota akan menyamakan persepsi mereka atas tugas yang diberikan Presiden Prabowo."Kita akan membahas, kita mau pasang target bagaimana, mau (agenda ke depannya)," tegas dia.Selain itu, rapat juga akan membahas soal target dan agenda Komisi Percepatan Reformasi Polri.Baca juga: Jimly Harap Komisi Reformasi Polri Serap Aspirasi Rakyat, Jangan Hanya Rumusan TekstualDia pun berharap agar anggota komisi bisa aktif menyerap aspirasi masyarakat. "Supaya tim ini jangan sekadar membuat keputusan, tapi juga bagaimana mengelola aspirasi yang puncaknya kemarahannya tecermin bulan Agustus kemarin," imbuh dia.Presiden Prabowo Subianto pun telah menyampaikan sejumlah arahan kepada tim Komisi Reformasi Polri. Salah satunya terkait tugas utama komisi tersebut. “Tugas utama adalah mempelajari, mengkaji, dan memberikan rekomendasi kepada saya sebagai kepala negara, kepala pemerintah untuk mengambil tindakan-tindakan yang dibutuhkan,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan di Istana Merdeka, Jumat.Baca juga: Senin, Komisi Reformasi Polri Akan Gelar Rapat Perdana di MabesPrabowo juga meminta agar komisi ini bekerja secara transparan dan mendengarkan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan.Jimly mengatakan, aspirasi masyarakat ini penting bagi komisi untuk membuat rumusan usulan kebijakan.“Kalau rumusan kami bisa mengerjakan sendiri-sendiri, tetapi cara rumusan usulan kebijakan reformasi itu diperoleh juga itu penting. Makanya tokoh-tokoh masyarakat, aktivis, dan mungkin kami juga perlu mendengar lagi dari tokoh-tokoh bangsa yang kemarin bertemu dengan Bapak Presiden,” jelas Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat .Baca juga: Ada 2 Tim Reformasi Polri, Jimly Tak Mau DipertentangkanLebih lanjut, komisi ini diharapkan dapat memberikan laporan awal dalam kurun waktu tiga bulan. Jimly menjelaskan, hasil kerja Komisi Reformasi Polri bisa saja menjadi rekomendasi untuk merevisi undang-undang.Namun, rekomendasi yang dihasilkan harus lebih dahulu melalui berbagai pertimbangan dan mendengar aspirasi dari banyak pihak.Pada Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 10 orang anggota Komisi Reformasi Polri.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-13 05:04