Zulhas Sebut Kelapa Rp 12.000 Per Butir, Lebih Untung dari Sawit

2026-01-12 04:38:46
Zulhas Sebut Kelapa Rp 12.000 Per Butir, Lebih Untung dari Sawit
JAKARTA, - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut mengelola kebun kelapa saat ini lebih menguntungkan dibandingkan sawit.Kini, harga kelapa sudah melejit dari 2.000 menjadi Rp 12.000 per butir.Lonjakan harga ini disebut terjadi karena banyaknya permintaan untuk pengolahan menjadi produk turunan. Zulhas mencontohkan, di China, penyajian kopi tidak lagi menggunakan susu melainkan santan dari olahan kelapa.“Oleh karena itu kelapa kita di mana-mana dikejar sekarang,” kata Zulhas dalam 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu .Baca juga: Zulhas: Kita Tak Pernah Terbitkan Izin Impor Beras, di Gudang Ada 4 Juta TonMenyadari potensi besar komoditas kelapa, pemerintah bakal mengembangkan perkebunan rakyat secara besar-besaran.Pemerintah bakal mengembangkan bibit kelapa, kopi, lada, hingga cengkeh agar ekosistem pertanian lebih produktif.“Paling tidak dia dapat bibit yang unggul, dibantu bibit saja sudah,” tuturnya./Syakirun Ni'am Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) usai menghadiri 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu .Lebih lanjut, Zulhas, menyebut saat ini Kementerian Koordinator Bidang Pangan sedang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan komoditas pertanian.Tujuannya agar masyarakat di akar rumput bisa berdaya secara ekonomi.“Desa-desa harus ada kegiatan yang positif yang menggerakkan ekonomi. Harus ada Pak. Kalau enggak nanti orang jadi demo semua,” kata dia.Baca juga: Investasi Pabrik Pengolahan Kelapa dari China Berpotensi Naikkan Harga Kelapa di Tingkat PetaniDiketahui, pada awal November lalu Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menyepakati investasi senilai Rp 371 triliun untuk hilirisasi sektor peternakan, hortikultura, dan perkebunan.Sejumlah komoditas yang akan disasar program hilirisasi antara lain, kelapa, kakao, menteh, kelapa sawit, dan kelapa dalam.


(prf/ega)