Awas! Cara Marinasi Ini Justru Bikin Daging Jadi Tidak Empuk

2026-02-03 15:45:56
Awas! Cara Marinasi Ini Justru Bikin Daging Jadi Tidak Empuk
- Tahap marinasi pada daging sapi dilakukan untuk menambah cita rasa pada daging. Chef Vindex Tengker mengatakan, biasanya daging dimarinasi minimal sekitar dua hingga tiga jam supaya bumbunya meresap."Minimal marinasi daging sapi sekitar tiga jam hingga semalaman," kata Vindex saat ditemui di mal Plaza Indonesia, Kamis .Baca juga: Namun, kamu perlu hati-hati, salah teknik dalam proses marinasi justru bisa membuat daging menjadi tidak empuk. Lantas, apa yang membuat daging menjadi tidak empuk?Baca juga: Perlukah Menyimpan Daging Sapi di Dalam Freezer? Ini Kata Chef VindexChef Vindex mengatakan, kesalahan dalam proses marinasi yang membuat daging menjadi tidak empuk yaitu menambahkan garam saat awal marinasi."Biasanya, kesalahan dari marinasi yaitu menggunakan garam di awal. Biasanya, itu (menambahkan garam di awal) akan mengeluarkan jusnya," kata Vindex.Maka dari itu, Vindex menyarankan untuk memberikan tambahan garam pada tahap akhir memasak daging sapi.Baca juga: Selain Steak, Daging Sapi Australia Enak Diolah Jadi Apa?SHUTTERSTOCK/ BATJAKET Ilustrasi bumbu marinasi daging. Apabila perlu menambahkan rasa asin saat marinasi, ia menyarankan untuk menggunakan kecap asin."Walaupun soya ada sodiumnya, tapi soya lebih ringan, lebih baik dibandingkan dengan garam. Makanya, kalau seasoning kita selau memberikan garam itu di akhir," ujar Vindex.Vindex mengatakan, saat proses marinasi, jenis bumbu yang dipakai biasanya menyesuaikan dengan karakter daging yang akan dimarinasi.Baca juga: 4 Penyebab Daging Sapi Alot saat Matang, Simak dan HindariDaging seperti daging sapi Australia punya cita rasa yang kaya, sehingga tidak perlu banyak bumbu tambahan saat marinasi.Lain halnya dengan daging sapi lokal yang kerap ditemui di pasaran. Daging sapi lokai umumnya berkarakter keras, sehingga perlu teknik marinasi khusus untuk menambah cita rasa dan mengempukkannya.Baca juga: Cara Masak Daging Sapi Saikoro di Rumah agar Juicy dan Tidak Alot


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-03 14:33