- Dalam acara refleksi akhir tahun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Pendidikan meluncurkan platform berbasis AI bernama asistenguru.id.Selain membahas diseminasi hasil riset Pusrisdik BRIN sepanjang 2025, acara yang dihelat di gedung Widya Graha, Jakarta itu juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).Peneliti Pusrisdik BRIN Syahrul Ramadhan memberikan penjelasan terkait platform yang baru saja diluncurkan itu.Ia mengungkapkan bahwa asistenguru.id dikembangkan berdasarkan riset lapangan dan dimaksudkan untuk meringankan beban administratif guru.Baca juga: 15 Kementerian Sepi Peminat buat CPNS 2026, Ada BNN dan BRINLebih lanjut, platform ini didesain kontekstual sesuai kondisi wilayah serta tidak bertujuan untuk menggantikan peran guru.Syahrul menuturkan, hadirnya platform berbasis AI ini diharapkan membantu guru supaya fokus pada substansi pembelajaran.“Aplikasi ini dirancang untuk membantu tenaga pendidik dalam menyusun administrasi, perencanaan pembelajaran, dan asesmen secara lebih efisien,” terangnya.Aplikasi berbasis AI ini secara khusus ditujukan untuk mendukung pembelajaran pendidikan anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.Syahrul menilai, PAUD berperan vital sebagai fondasi awal pembelajaran anak sebelum menginjak jenjang pendidikan dasar. PAUD menjadi pintu kesiapan belajar anak serta membentuk kemampuan kognitif dan sosial.Baca juga: Mimpi Jadi The Next Habibie atau Einstein? Segini Gajinya di BRINPemanfaatan kecerdasan artifisial ditaksir mampu mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk aspek teknis pembelajaran.Pada sesi diskusi pertama, tema yang diangkat adalah “Memperkuat Mutu PAUD melalui Refleksi Hasil Penelitian dan Arah Kebijakan Nasional”.Di sesi ini, Kemendikdasmen menunjukkan data bahwa sekitar 18 ribu desa di Indonesia belum memiliki satuan PAUD.Dok. Tanoto Foundation Ilustrasi siswa PAUD berpose bersama.Kondisi tersebut menyebabkan jutaan anak usia dini belum mendapatkan layanan pendidikan dasar yang layak.Ketua Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD Kemendikdasmen Mareta Wahyuni menerangkan, lemahnya fondasi PAUD akan berefek panjang.Di samping keterbatasan akses, mutu PAUD juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Sebab, sekitar 54,8 persen satuan PAUD masih terakreditasi minimal B. Hanya 34 persen yang dinilai cakap membangun kemampuan fondasional anak.Melalui refleksi akhir tahun ini, BRIN menekankan signifikansi penguatan PAUD sebagai fondasi pendidikan nasional.Baca juga: BRIN Buka 500 CPNS Peneliti Tiap Tahun, Ratusan Kursi Masih KosongPemanfaatan teknologi, khususnya AI harus selaras dengan pemerataan akses, peningkatan mutu guru, dan penguatan kebijakan agar pembangunan pendidikan berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
(prf/ega)
Ringankan Beban Administrasi Guru, BRIN luncurkan Platform AI Asistenguru.id
2026-01-12 15:33:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:49
| 2026-01-12 15:47
| 2026-01-12 15:12
| 2026-01-12 14:43
| 2026-01-12 13:53










































