Perbaikan Tanggul Jebol di Pondok Kacang Prima Dinilai Lamban

2026-01-15 03:12:51
Perbaikan Tanggul Jebol di Pondok Kacang Prima Dinilai Lamban
TANGERANG SELATAN, - Warga Pondok Kacang Prima, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, merasa proyek perbaikan tanggul yang jebol lamban.Mereka menilai lambannya proyek perbaikan tanggul menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayahnya.Ketua RT 17 RW 8 Pondok Kacang Prima, Nendi (63), mengatakan, pengerjaan tanggul awalnya dijanjikan berlangsung pada 1 Agustus 2025.Baca juga: Takut Jebol Lagi, Warga Minta Perbaikan Tanggul di Pondok Kacang Prima DipercepatNamun, justru molor menjadi 23 Agustus 2025 dan belum selesai hingga awal November."Tanggal 1 Agustus itu sudah ada pemberitahuan. Tolong sampaikan ke warga bahwa tanggul ini akan diperbaiki. Nah itu awal Agustus, tapi mulai dikerjakan tuh tanggal 23 Agustus, berarti kan berapa minggu itu mundurnya," ujar Nendi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin .Selama pengerjaan, warga beberapa kali mengeluhkan progres yang lambat dan minimnya pengawasan.Salah satu contoh yang disebutkan Nendi, yakni waktu pengerjaan yang terlalu lamban.“Pekerjaannya itu lama, kadang pagi-bagiannya harusnya sudah siap ngecor, tapi sore baru mulai dikerjain. Jadi nggak tahu kendalanya apa,” kata dia.Oleh sebab itu, Nendi menilai, peristiwa jebolnya tanggul kali di Perumahan Pondok Kacang Prima bukan karena faktor alam, melainkan akibat kelalaian dalam pelaksanaan proyek.Apalagi sebelum banjir, tanggul sementaranya hanya terbuat dari tanah galian, bukan karung pasir.Akibatnya, tak mampu menahan derasnya aliran air ketika hujan turun.“Kalau dari awal disiapkan penguat seperti karung pasir, mungkin air cuma sampai jalan, nggak masuk rumah warga. Jadi ini memang karena pekerjaannya nggak sesuai standar,” jelas dia.Sementara itu, warga lain, Putra (49), menilai proyek tanggul seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat jika dikerjakan dengan konsisten.Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Maka dari itu, ia khawatir kejadian serupa bisa terulang, mengingat saat ini curah hujan masih tinggi."Sebenarnya kalau dikerjakan bener-bener sih cepat. Kan awal-awal enam meter itu mereka kerjakan dua hari. Tapi kalau sekarang enggak tahu kenapa, mungkin karena hujan," kata Putra.Baca juga: Warga Duga Tanggul di Pondok Kacang Prima Jebol karena Kelalaian


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-15 12:41