Libur Natal, Lalu Lintas Menuju Kebun Binatang Ragunan Padat Merayap

2026-01-15 10:03:56
Libur Natal, Lalu Lintas Menuju Kebun Binatang Ragunan Padat Merayap
JAKARTA, – Arus lalu lintas menuju Taman Margasatwa Ragunan di Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terpantau padat merayap pada Kamis siang, bertepatan dengan libur Hari Raya Natal.Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sejak pukul 11.45 WIB, kepadatan kendaraan sudah terlihat mulai dari persimpangan Ragunan di Jalan TB Simatupang.Di persimpangan tersebut, arus kendaraan menuju Ragunan sempat terpantau lancar. Namun, laju kendaraan mulai tersendat ketika memasuki ruas jalan di depan Pengadilan Agama Jakarta Selatan.Baca juga: Ragunan Siapkan 10 Titik Parkir dan One Way Hadapi Libur NataruDi bawah teriknya matahari, sepeda motor hanya dapat melaju dengan kecepatan sekitar 10–15 kilometer per jam. Kepadatan ini terus berlanjut hingga mendekati pintu masuk utara Taman Margasatwa Ragunan.Secara keseluruhan, kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi sepanjang 700 hingga 800 meter.Sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas, terutama bagi kendaraan yang hendak masuk ke area parkir Ragunan.Kondisi lalu lintas mulai terlihat lebih lengang ketika kendaraan memasuki Jalan Saco atau bagi pengunjung yang memilih masuk ke Ragunan melalui pintu barat.Meski demikian, kepadatan kembali terlihat pada antrean mobil menuju pintu masuk parkiran Ragunan di pintu barat.Sebagai informasi, Taman Margasatwa Ragunan tetap dibuka selama libur Natal dan Tahun Baru 2026, yakni pada periode 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Baca juga: Kembali Soroti Video Harimau Kurus di Ragunan, Pramono Pastikan Rekaman Lama saat PandemiPengunjung diarahkan untuk masuk melalui Pintu Utara dan Pintu Barat setelah melakukan pembelian tiket secara daring melalui situs ragunanzoo.jakarta.go.id atau secara langsung menggunakan mesin tiket dan JakCard di lokasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 09:49