Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar

2026-01-14 05:41:50
Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar
Prosesi ibadah misa Natal 2025 di gereja Katedral, Jakarta Pusat, selesai dilaksanakan dalam empat sesi hari ini. Ibadah misa natal yang berjalan sejak pagi hingga malam hari ini pun terlaksana dengan aman dan lancar."Puji Tuhan akhirnya terlaksana seluruh rakaian misa hari Natal. Dari sejak malam Natal, kemudian hari Natal pada hari ini, berjalan lancar," ujar Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy menyebut semua proses ibadah para umat berjalan lancar meskipun hujan deras dan angin kencang sempat menguyur serta menerpa titik lokasi ibadah misa natal yang berada di bagian luar gereja.Dia menyampaikan, jumlah umat yang datang pun begitu banyak dari empat sesi ibadah misa Natal yang terselenggara hari ini. Malahan, kata dia, untuk misa malam Natal kemarin, jumlah umat yang datang melebihi kapasitas Gereja Katedral."(Jumlah jemaat yang hadir) sesuai sih dengan ekspektasi kami. Bahkan, tampungan daya 5 ribu itu ternyata malah kurang untuk pukul 17.00 WIB malam Natal. Jadi ini juga nanti akan bisa dievaluasi bagi kami semua," ungkap Susy.Susy menjelaskan, pada misa pontifikal pagi tadi, jumlah jemaat yang hadir berkisar 3.500 jemaat. Sementara, pada sesi kedua dan ketiga jumlahnya jika ditotal juga mencapai 3.500 jemaat."Kemudian terakhir di pukul 18.00 WIB ini yang tidak terduga. Karena ternyata kurang lebih sekitar 2.000, karena mengenai gereja Plaza Maria, Graha Pemuda Lantai 1 dan 4 dan Kapel Lantai 2. Jadi kurang lebih sekitar 2.000 sampai 2.500 umat sekitar itu," kata dia."Semuanya tetap berjalan dengan lancar dan umat juga mengikuti arahan-arahan dan sehingga mereka pun bisa menuntaskan misa sampai selesai," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-14 04:49