MAKASSAR, - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 129 miliar bagi mahasiswa, dosen, dan perguruan tinggi yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.“Kami sudah alokasikan dana total Rp129 miliar dengan tiga skema,” kata Prof Stella saat berada di Unhas Makassar, Selasa .Skema pertama berupa pengajuan proposal tanggap darurat oleh perguruan tinggi, dengan total anggaran Rp 46 miliar yang menurutnya sebagian sudah dicairkan.“Perguruan tinggi masukkan proposal tanggap darurat apa yang bisa dilakukan perguruan tinggi. Proposal yang sudah masuk sudah dialokasikan, dan dananya juga sebagian sudah langsung cair, itu total 46 miliar,” ujarnya.Baca juga: Warung di Tembalang Sediakan Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatera Terdampak BencanaSkema kedua adalah pengadaan langsung untuk kebutuhan darurat, seperti obat-obatan dan bahan bakar minyak yang digunakan kampus untuk distribusi bantuan, dengan total Rp 7 miliar.“Ini dilakukan oleh perguruan tinggi, karena perguruan tinggilah yang langsung hadir di lapangan,” katanya.Skema ketiga menyasar mahasiswa dan dosen yang terdampak langsung ataupun keluarganya yang menjadi korban bencana.“Baik mahasiswa yang terdampak langsung maupun mahasiswa di mana orang tuanya atau keluarganya terdampak. Ini bantuannya total sekitar Rp 79 miliar,” sebutnya.“Jadi total Rp129,5 miliar yang sudah dialokasikan dan sebagian besar sudah langsung,” lanjut Stella.Baca juga: Kapolda Aceh Ungkap Detik-detik Masuk Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Anggota HilangStella menegaskan bantuan disalurkan melalui perguruan tinggi karena mereka memiliki tenaga dan sumber daya yang dapat bergerak cepat di daerah bencana.“Kenapa perguruan tinggi sangat penting? Karena pertama perguruan tinggi ini punya tenaga-tenaga yang sangat diperlukan, seperti tenaga medis dari FK. Yang kedua perguruan tinggi ini mempunyai orang yang langsung hadir di daerah bencana,” paparnya.Ia menyebut kampus juga memberikan informasi kebutuhan warga secara langsung kepada kementerian.“Contohnya, banyak sumbangan-sumbangan dalam bentuk Indomie berkardus-kardus. Tetapi dari lapangan kami mendapatkan masukan yang penting sekali bahwa tidak bisa masak sekarang, tidak ada listrik. Sehingga kami langsung menyiapkan bersama perguruan tinggi makanan yang bisa langsung siap saji, seperti roti atau sarden,” katanya.Baca juga: Banjir di Sumatera, Kemenhut Beberkan Masifnya Alih Fungsi Lahan Stella menambahkan perguruan tinggi memanfaatkan tenaga dosen dan jaringan lokal mereka untuk mempercepat distribusi bantuan.“Contoh saja saya di Medan kerja sama dengan USU kerja intens membangun posko di Aceh Tamiang. Karena Aceh Tamiang lebih dekat Medan daripada Banda Aceh,” ujarnya.
(prf/ega)
Kemendikti Alokasikan Rp 129 Miliar untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
2026-01-13 16:04:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 16:35
| 2026-01-13 15:12
| 2026-01-13 14:50
| 2026-01-13 14:34










































