Gedung Putih "Labeli" Seluruh Presiden AS, Biden Disebut Presiden Terburuk

2026-01-12 11:19:50
Gedung Putih
WASHINGTON DC, – Gedung Putih menambahkan plakat berisi deskripsi panjang di bawah potret para mantan Presiden Amerika Serikat (AS) dalam apa yang disebut sebagai “Presidential Walk of Fame”.Plakat-plakat tersebut memuat penilaian tajam yang selaras dengan pandangan Presiden Donald Trump, termasuk menyebut Joe Biden sebagai “Presiden terburuk dalam sejarah Amerika”.Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Trump menyesuaikan Gedung Putih dengan seleranya.Baca juga: Trump Ganti Wajah Biden dengan Foto Tanda Tangan di Gedung PutihMenurut laporan The Independent, Kamis , plakat baru tersebut dipasang di bawah potret yang berjajar di kolonnade Gedung Putih.Melalui deskripsi itu, Trump menuangkan pandangannya terhadap para pendahulunya secara permanen.Selain Biden, mantan Presiden Barack Obama juga digambarkan secara negatif dengan disebut sebagai “salah satu tokoh politik paling memecah belah."Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt membela langkah tersebut. Ia mengatakan, “Plakat-plakat itu adalah deskripsi yang ditulis dengan sangat elok tentang setiap Presiden dan warisan yang mereka tinggalkan. Sebagai seorang pelajar sejarah, banyak di antaranya ditulis langsung oleh Presiden sendiri.”Instagram @whitehouse Presidential Walk of Fame atau galeri Presiden AS yang dipajang di luar Gedung Putih memicu kontroversi karena adanya foto tanda tangan sebagai pengganti wajah mantan Presiden Joe Biden.Plakat di bawah potret Joe Biden—yang bukan potret resmi melainkan gambar autopen—berisi pernyataan paling keras.Teks pada plakat tersebut berbunyi, “Sleepy Joe sejauh ini adalah Presiden terburuk dalam Sejarah Amerika. Ia menjabat sebagai hasil dari Pemilu paling korup yang pernah terjadi di Amerika Serikat.”Penggunaan autopen ini merujuk pada klaim Partai Republik bahwa staf Biden kerap menggunakan alat tersebut atas nama mantan presiden.Dalam deskripsi Barack Obama, Gedung Putih menulis, “Sebagai presiden, ia mengesahkan Undang-Undang Kesehatan tidak terjangkau dan tidak efektif, yang mengakibatkan partainya kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres, serta terpilihnya mayoritas Republik terbesar di DPR sejak 1946.”Sementara untuk Bill Clinton, Gedung Putih mengaitkan keberhasilan legislatifnya dengan peran “Republik di Kongres” serta menyinggung keputusan Trump yang menghentikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang dibuat di era Clinton.Deskripsi tersebut juga memuat catatan tentang kekalahan Hillary Clinton dalam Pilpres 2016.Baca juga: Trump Bagikan Teori Konspirasi soal Biden, Sebut Eks Presiden AS Itu “Replika”Selain itu, deskripsi George W Bush memuat kritik terbuka dengan mengatakan, “Presiden Bush membentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, tetapi memulai perang di Afghanistan dan Irak, yang seharusnya tidak pernah terjadi,” serta menyebut krisis keuangan global dan resesi besar di akhir masa jabatannya.


(prf/ega)