Mengenal SAGI 127, Layanan Aduan MBG yang Hadir 24 Jam

2026-01-30 22:02:29
Mengenal SAGI 127, Layanan Aduan MBG yang Hadir 24 Jam
Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan layanan baru pengaduan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan ini bernama Sahabat Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127.Mengutip dari akun Instagram Indonesia Baik (@indonesiabaik.id), layanan call center Sahabat Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127 hadir 24 jam sehingga siapa pun dapat menghubungi kapan saja ketika menemukan hambatan atau membutuhkan informasi terkait program MBG.Berikut cara menggunakan layanan SAGI 127.Selain layanan SAGI 127, ada juga kanal lain untuk menyampaikan laporan, pertanyaan, maupun masukan seputar pelaksanaan program MBG. Ini daftarnya.Nomor hotline yang bisa diakses adalah:Layanan ini beroperasi setiap hari Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Melalui hotline ini, masyarakat bisa menanyakan teknis pelaksanaan Program MBG, melaporkan distribusi pangan, hingga memastikan standar kualitas makanan yang disalurkan.Laporan terkait MBG bisa dikirim langsung ke situs resmi bgn.lapor.go.id dengan cara:Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, pengawasan program MBG diharapkan bisa berjalan transparan dan terukur.Melalui hotline dan kanal pelaporan online, masyarakat memiliki akses langsung untuk ikut serta dalam mengawal Program MBG.Lihat juga Video: Bisakah Nol Kasus Keracunan MBG? Ini Kata Anggota Persatuan Ahli Gizi[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-30 21:17