Pengabdian 34 Tahun Berbuah Manis: Satpam Dompu Raih PPPK dan Umrah Gratis

2026-01-12 17:42:23
Pengabdian 34 Tahun Berbuah Manis: Satpam Dompu Raih PPPK dan Umrah Gratis
BIMA, - Raut bahagia terpancar dari wajah Munahir (56), seorang satpam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).Setelah 34 tahun mengabdi, Aba Nai, sapaan akrab ayah empat orang ini, akhirnya menerima SK pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.Surat keputusan itu diterimanya bersama 9.410 orang pegawai di halaman Kantor Gubernur NTB, pada Selasa .Di momen penting tersebut, hal tak terduga terjadi berkat pengabdian panjangnya. Baca juga: Lima Tahun Menanti, Honorer Pasuruan Akhirnya Terima SK PPPK Paruh WaktuDia tidak saja menerima SK PPPK Paruh Waktu, tetapi juga mendapat hadiah umrah gratis dari Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal."Saat itu, saya langsung menangis dan sujud syukur di depan Pak Gubernur," kata Munahir saat ditemui di SMKN 1 Dompu, Selasa .Munahir mengaku terkejut lantaran saat berada di tengah barisan para pegawai, dirinya tiba-tiba ditunjuk, lalu diminta maju dan naik ke podium oleh Muhammad Iqbal.Saat itu, ia ditanya apakah pernah melaksanakan umrah.Seketika langsung dijawabnya belum pernah, bahkan dijelaskan bahwa ini merupakan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Kantor Gubernur NTB dan berhadapan langsung dengan Gubernur NTB."Pak Gubernur terharu dan langsung mengatakan saya umrahkan Bapak Januari. Dia juga berterima kasih atas pengabdian panjang saya di sekolah," ulasnya.Baca juga: Cerita Cak Dur Lari 52 Km Usai Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu di BanyuwangiMunahir mengawali pengabdiannya sebagai petugas jaga malam sejak tahun 1990, saat itu SMKN 1 Dompu masih berstatus Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA).Setelah lima tahun mengabdi, Munahir kemudian diangkat sebagai satpam mengingat kebutuhan sekolah.Selama bertugas, ia mengaku tidak memandang besar atau kecilnya gaji yang diterima dari sekolah.Terpenting bagi pria yang lahir di Lingkungan Mada Kimbi, Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu ini, ia bisa tetap bekerja dan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya."Saya tidak pandang besar kecilnya gaji, saya ikhlas bekerja untuk sekolah ini," ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-12 16:36