Kalender Desember 2025: Catat Tanggal Merah, Long Weekend, dan Hari-hari Istimewanya

2026-02-01 15:02:24
Kalender Desember 2025: Catat Tanggal Merah, Long Weekend, dan Hari-hari Istimewanya
- Menjelang akhir tahun, masyarakat mulai mencari daftar tanggal merah serta long weekend pada Desember 2025.Bulan penutup tahun ini identik dengan suasana liburan, perayaan keluarga, dan waktu beristirahat setelah aktivitas panjang selama setahun.Selain libur Natal dan jelang Tahun Baru, Desember juga menjadi momen refleksi sekaligus waktu favorit untuk bepergian.Kalender Desember 2025 memiliki 31 hari, dengan hari Minggu jatuh pada 7, 14, 21, dan 28 Desember.Baca juga: Cara Dapat Diskon 30 Persen Tiket Kereta Nataru 2025/2026Seperti biasa, hari Minggu menjadi tanggal merah rutin. Selain itu, terdapat satu hari libur nasional pada Kamis, 25 Desember 2025, untuk memperingati Hari Kelahiran Yesus Kristus atau Natal.Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, total tanggal merah pada Desember 2025 berjumlah lima hari. Bulan ini juga menghadirkan satu long weekend yang cukup panjang berkat penetapan cuti bersama setelah libur nasional Natal.Rangkaian long weekend berlangsung selama empat hari berturut-turut:Baca juga: Polri Prediksi Puncak Arus Balik Nataru pada 28 Desember dan 4 JanuariRentang libur panjang ini menjadi kesempatan ideal bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan liburan, mudik, atau sekadar menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.Dengan adanya long weekend tersebut, Natal 2025 diperkirakan menjadi salah satu momen libur paling dinanti di penghujung tahun.Selain tanggal merah resmi, Desember juga dipenuhi berbagai hari besar nasional yang memiliki nilai penting dalam sejarah dan perjalanan sosial masyarakat Indonesia.Beragam instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga komunitas di berbagai daerah biasanya turut memperingatinya.Baca juga: Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru 2025/26 pada 20 dan 24 Desember 2025Berikut daftar hari besar nasional pada Desember 2025:Baca juga: Urai Arus Mudik Nataru, Polri Sebut Bakal Ada WFA pada 22-24 Desember 2025Selain hari besar nasional, Desember juga memiliki sejumlah peringatan internasional yang disoroti oleh berbagai negara. Tema-temanya mencakup isu kesehatan, kemanusiaan, hingga lingkungan.Berikut daftar hari internasional sepanjang Desember:Dengan banyaknya hari besar, momen libur nasional, hingga satu long weekend yang cukup panjang, Desember 2025 menjadi salah satu periode liburan yang paling dinantikan masyarakat menjelang pergantian tahun.Baca juga: Program Mudik Gratis Nataru 2025 Disiapkan, Seperti Apa Rencana Pelaksanaannya?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-01 14:23