Aparat Gabungan Evakuasi Bangkai Pesawat yang Timpa Rumah Warga di Bogor

2026-01-14 07:17:46
Aparat Gabungan Evakuasi Bangkai Pesawat yang Timpa Rumah Warga di Bogor
BOGOR, - Bangkai pesawat yang menimpa rumah warga karena disapu angin puting beliung di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai dievakuasi.Pantauan Kompas.com di lokasi, terlihat sejumlah aparat gabungan dari Polres Bogor, Koramil, aparatur desa setempat serta warga bahu-membahu mengevakuasi bagian lantai dari bangkai pesawat yang menimpa salah satu atap rumah warga.Proses evakuasi berjalan dramatis karena pekerja dari lapak atau gudang bangkai pesawat harus naik ke atap rumah warga yang sudah rusak. Dengan perlahan, pekerja itu memotong beberapa bagian bangkai pesawat dengan alat gerinda tangan.Baca juga: Jalur Puncak One Way dari Bogor, Polisi: Pengendara Jangan MelambungUsai dipotong, bagian pesawat harus ditarik ke bawah agar terjatuh. Bagian-bagian itu diangkat bersama-sama dan ditumpuk di sekitar lokasi."Jadi pada hari ini kami bersama dari pihak desa, Koramil dan dibantu oleh satu pleton Dalmas Polres Bogor bahu-membahu untuk mengevakuasi dampak dari terjadinya puitng beliung yang terjadi pada hari kemarin," kata Kapolsek Kemang Kompol Taufik saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa .Baca juga: Asal-usul Bangkai Pesawat di Kemang Bogor, dari Lapak yang Sering Disewa Kru FilmSetelah selesai mengevakuasi bagian lantai bangkai pesawat, nantinya petugas akan melakukan hal yang sama di titik lainnya yaitu bagian lapisan bodi."Kurang lebih 800 meter dari sini ada juga yang itu menimpa bangunan. Kondisinya menempel (menyangkut) di tembok warga. Hari ini kita evakuasi juga, setelah ini kita bergeser ke sana," ungkapnya.Sejauh ini, proses evakuasi bangkai pesawat berjalan dengan aman dan lancar. Jika evakuasi semua sudah selesai akan dilanjutkan dengan pembenahan rumah warga yang rusak."Kendala alhamdulillah tidak ada, karena di-support penuh oleh warga semuanya," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 07:03