Sebulan Pascabanjir, Sinyal Telekomunikasi di Aceh Utara Masih Bermasalah

2026-01-16 08:59:42
Sebulan Pascabanjir, Sinyal Telekomunikasi di Aceh Utara Masih Bermasalah
ACEH UTARA, – Dinas Informasi, Komunikasi dan Persandian, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengungkapkan, sinyal telekomunikasi di 12 kecamatan masih bermasalah hingga sebulan pascabanjir, Kamis .Kepala Dinas Informasi, Komunikasi dan Persandian Kabupaten Aceh Utara, Halidi menyampaikan, sinyal telekomunikasi yang masih bermasalah di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Banda Baro, Cot Girek, Dewantara, Langkahan, Lapang, Lhoksukon, Muara Batu, Nisam, Seunuddon, Pirak Timu dan Kecamatan Simpang Keramat.“Baru 15 kecamatan yang jaringan telekomunikasi normal, 12 tidak normal. Total kecamatan kita 27, artinya hampir separuh wilayah Aceh Utara sebulan pascabanjir sinyalnya masih bermasalah,” terang Halidi kepada Kompas.com. Baca juga: Sebulan Listrik Padam di Aceh Utara, Bupati Salurkan 40 Mesin GeneratorDia menyebutkan, dinasnya mendorong agar PT Telkomsel segera memulihkan jaringan telekomunikasi. Namun, penjelasan Telkomsel, mereka terkendala karena suplai listrik masih padam di sebagian wilayah.“Kita sudah laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membantu pemulihan segera. Karena susah sekali rakyat di lokasi pengungsian, sinyal telekomunikasi bermasalah dan listrik juga masih padam," pungkasnya.Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten dan kota di Aceh pada 26 November 2025. Aceh Utara salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, seluruh fasilitas umum lumpuh.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-16 07:50