- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyoroti penyebab banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut dalam beberapa hari terakhir.Menurut Walhi, bencana tersebut bukan semata dipicu curah hujan tinggi, melainkan kerusakan hutan yang semakin parah.Bencana banjir besar diketahui menghantam Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal, dan Kota Sibolga pada Selasa .Video yang menunjukkan kayu gelondongan terbawa arus deras juga viral di media sosial dan memicu banyak respons publik.Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, menyebut kerusakan ekosistem Hutan Batang Toru menjadi faktor utama. Hutan tersebut berada di wilayah Tapsel, Tapteng, dan Tapanuli Utara (Taput)."Fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air. Dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," ujar Jaka, Rabu, dikutip dari Tribun Medan.Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Humbahas : 4 Tewas, 9 Rumah Hanyut, 70 KK Dievakuasi ke Gereja Ia mengatakan Walhi sudah berulang kali mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan tropis Batang Toru yang merupakan habitat berbagai spesies langka, termasuk Orangutan Tapanuli yang disebut paling langka di dunia.Menurut Jaka, kerusakan ekosistem di kawasan tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan untuk beroperasi di area hutan.Jaka juga menyoroti pernyataan pemerintah yang menyebut curah hujan ekstrem sebagai penyebab utama bencana."Laju deforestasi di wilayah ini sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem Batang Toru melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah," tegasnya.Sementara itu, hingga Rabu , jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor naik menjadi 24 orang.Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyebut masih ada korban yang dinyatakan hilang.Baca juga: Banjir Aceh, Lhokseumawe Lumpuh Total, 27 Desa Terendam"Jumlah korban 72 korban. Meninggal dunia 24 orang, luka ringan 37, luka berat 6 orang, serta dalam pencarian 5 orang," ujar Ferry, dikutip dari Tribun Medan.Selain korban jiwa, data kepolisian mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota terdampak bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang.Wilayah terdampak meliputi Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kota Padangsidimpuan.Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Walhi: Banjir dan Longsor di Sumut karena Kerusakan Hutan Batang Toru
(prf/ega)
Viral Video Kayu Gelondongan Terbawa Arus Banjir, Walhi Soroti Kerusakan Hutan Batang Toru
2026-01-11 03:53:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:58
| 2026-01-11 02:42
| 2026-01-11 02:08
| 2026-01-11 02:02
| 2026-01-11 01:54










































