Tren Penurunan Harga Bitcoin Dipengaruhi Aksi Ambil Untung, Berlanjut Sampai Akhir Tahun?

2026-01-12 04:21:55
Tren Penurunan Harga Bitcoin Dipengaruhi Aksi Ambil Untung, Berlanjut Sampai Akhir Tahun?
JAKARTA, - Harga Bitcoin (BTC) belakangan ini terkoreksi cukup dalam. Bitcoin sempat turun dari rekor tertinggi yang baru dicapai di atas 125.000 dollar AS pada awal Oktober menjadi di bawah 90.000 dollar AS di pertengahan November.Berdasarkan data Coinmarketcap.com pukul 14.20 WIB, harga bitcoin (BTC) hari ini naik tipis 0,8 persen dalam 24 jam terakhir.Harga Bitcoin tercatat berada di level 91.923,98 dollar AS atau setara Rp 1,53 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.738 per dollar AS.Kendati Demikian, dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin merosot 11 persen dan sempat menyentuh nilai di bawah 90.000 dollar AS pada pertengahan November.Baca juga: Bitcoin Anjlok 30 Persen, Banyak Trader yang Terjebak di Posisi RugiAnalis Aset Kripto dari Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan, koreksi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya indikasi aksi ambil untung dari pemegang Bitcoin jangka panjang.Data on-chain menunjukkan banyak holder lama memindahkan BTC mereka ke bursa untuk dijual setelah harga naik sekitar 70 persen sejak April hingga awal Oktober."Jadi, memang betul salah satu pemicu penurunan ini adalah aksi jual dari investor jangka panjang yang ingin merealisasikan keuntungan saat Bitcoin mencapai level tertinggi barunya. Ketika banyak whale atau pemegang besar mulai melepas kepemilikannya, tekanan jual meningkat dan memicu koreksi harga," jelas dia ketika dihubungi Kompas.com, Kamis .ia menambahkan, faktor lainyang menekan harga Bitcoin adalah sentimen pasar secara umum berubah lebih pesimis.Ada anggapan di dalam komunitas investor yang beranggapan bahwa reli bullish Bitcoin kemarin sudah mencapai puncaknya, sehingga sekarang masuk fase bearish.Akibatnya, banyak investor berbondong-bondong keluar dari market karena khawatir harga akan terus turun.Fyqieh mengungkapkan, kepercayaan terhadap kelanjutan reli Bitcoin sedikit goyah ketika investor melihat harga Bitcoin menembus ke bawah level psikologis 100.000 dollar AS, yang menambah kekhawatiran dan memicu penjualan lanjutan dalam bentuk panic selling maupun stop-loss."Koreksi di kuartal IV-2025 ini bahkan terasa signifikan," ungkap dia.Baca juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik Usai Sentuh Level Terendah, Kapitalisasi Pasar Kripto Susut Rp 20 KuadriliunTak hanya itu, Fyqieh menyebut, Faktor makroekonomi turut berpengaruh besar terhadap penurunan harga kali ini.Saat ini terjadi gelombang risk-off di pasar keuangan global artinya investor cenderung mengurangi aset berisiko seperti kripto.Ada beberapa penyebabnya belum ada data ekonomi baru dari AS yang meyakinkan, sehingga investor bingung dan kehilangan arah panduan. Selain itu, harapan bahwa The Fed akan segera melonggarkan kebijakan moneternya agak memudar.Sebagai contoh, peluang pemotongan suku bunga The Fed pada Desember sempat menurun drastis setelah akhir Oktober lalu The Fed memangkas suku bunga tapi memberi pernyataan berhati-hati.Sinyal bahwa suku bunga mungkin tetap tinggi lebih lama membuat sentimen pasar memburuk. Imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi dan dolar AS yang menguat menciptakan tekanan tambahan bagi aset kripto."Karena situasi ini biasanya kurang kondusif untuk investasi berisiko," ujar dia.


(prf/ega)