Bupati Kuansing: Dubalang Garda Pelindung Rimbo Adat, Penegak Marwah Nagori

2026-02-01 22:19:40
Bupati Kuansing: Dubalang Garda Pelindung Rimbo Adat, Penegak Marwah Nagori
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menegaskan peran sentral Dubalang bukan hanya penjaga adat, tetapi juga pelindung kearifan lokal. Dubalang memiliki peran ganda menjaga kelestarian rombo adat (hutan adat) dari perusakan, sekaligus menjadi penegak Marwah Nagori (kehormatan dan nilai-nilai luhur desa) di tengah masyarakat."Dubalang menjaga keseimbangan air dan tanah. Para Dubalang juga membantu perlindungan kawasan lindung rimbo adat dan hutan ulayat, program rehabilitasi Sungai Kuantan," ujar Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Kamis (20/11/2025).Hal itu disampaikan oleh Suhardiman saat membuka kegiatan Orientasi dan Pelatihan Dubalang Batang Kuantan, yang juga dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Prof Robertus Robet, Panglima Dubalang Datuk Tomy dan diikuti oleh 300 Dubalang Batang Kuantan.Suhardiman menyampaikan Dubalang adalah kekuatan baru yang pilot projectnya di Sungai Batang Kuantan. Dubalang memperkuat pengawasan dan perlindungan lingkungan, khususnya di wilayah Sungai Batang Kuantan yang selama ini tercemari aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI)."Agar alamnya terjaga, mata rantai ikan terjaga. Peran Dubalang dalam adat Kuansing menjaga marwah nagori dan pelaksana adat. Marwah artinya local wisdom yang tumbuh di tengah masyarakat, adat, tatakrama, sopan santun. Diharapkan nanti seluruh Dubalang menjaga marwah nagori," katanya.Lebih luas lagi, Dubalang juga diharapkan ikut mengawal dan menjaga keamanan kampung dan ronda malam. Kehadiran Dubalang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah nagori (negeri).Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para Dubalang memahami tugas dan fungsinya. Suhardiman juga menekankan agar Dubalang dalam melakukan tugas-tugasnya itu mengedepankan koordinasi dan komunikasi dengan aparat penegak hukum."Jika ada hal yang mendesak jangan main hakim sendiri, kecuali tertangkap tangan. Kalau ada yang tertangkap tangan serahkan ke Pak Kapolsek. Sepanjang bisa sanksi adat, bawa ke balai adat. Kalau tidak rampung, serahkan ke Pak Kapolsek, ditindak secara hukum. Sebisa mungkin diselesaikan dengan mekanisme adat yang ada di Kuantan Singingi," paparnya.Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dalam sambutannya menyampaikan peran penting Dubalang sebagai penjaga ekologi dan adat, sekaligus penyeimbang alam. Kehadiran Dubalang, menurutnya, menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sejarah baru di Kabupaten Kuansing."Hari ini kita membuat sejarah baru. Hari ini kita bisa menetapkan sebagai sejarah baru dalam peradaban di dunia moderen masih punya niat yang tukus untuk menjaga budaya dan alam di Kabupaten Kuantan Singingi," kata Irjen Herry Heryawan.Pertemuan ini melahirkan para Dubalang generasi baru, yang dipersiapkan sebagai penjaga peradaban lingkungan dan pelindung Sungai Batang Kuantan, nadi ekologi Provinsi Riau.Herry Heryawan memberikan peringatan keras bahwa kerusakan ekologis bukan datang tiba-tiba, tetapi keadaan itu lahir dari perilaku kerusakan-kerusakan kecil yang terus diulang."Ketika ekosistem rapuh, bencana tidak lagi menjadi cerita lain. Ia menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah kita sendiri," katanya.Berangkat dari kerusakan alam yang terjadi di Riau, Kapolda membuat sebuah konsep Green Policing, sebuah paradigma baru keamanan ekologis. Green Policing menjadi sebuah paradigma penegakan hukum berbasis keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal kejahatan jalanan, tetapi juga kejahatan ekologis. Polusi air, tambang ilegal yang merusak sungai dan hutan serta kebakaran hutan adalah ancaman keamanan."Hari ini, Dubalang memasuki tugas baru menjadi penjaga ekologi. Tugas ini bukan penambahan beban, tetapi kelanjutan dari amanah sejarah. Karena alam dalam budaya Melayu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari manusia yang tak terpisahkan," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-01 20:13