Tak Diberi Kesempatan Bicara Tiga Menit di Sidang, Delpedro Kecewa

2026-02-06 15:15:14
Tak Diberi Kesempatan Bicara Tiga Menit di Sidang, Delpedro Kecewa
JAKARTA, – Terdakwa dugaan penghasutan aksi demonstrasi akhir Agustus 2025, Delpedro Marhaen, mengungkapkan kekecewaannya setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.Kekecewaan itu ia utarakan usai Majelis Hakim menolak memberikan kesempatan baginya untuk menanggapi jawaban jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum, Senin .“Kami cukup kecewa dengan sikap Majelis Hakim yang tidak memberikan kami kesempatan untuk berbicara,” kata Delpedro kepada wartawan usai persidangan, Senin.Baca juga: Tak Diberi Kesempatan Bicara di Sidang, Delpedro: Setiap Hari Saya Bicara dengan TembokDelpedro menyebutkan, penolakan tersebut membuatnya tidak bisa menyampaikan kritik terhadap tanggapan jaksa yang dinilai berulang dan tidak menjawab substansi eksepsi.Menurut dia, jaksa hanya meminta perkara dilanjutkan ke tahap pembuktian tanpa memberikan kejelasan atas keberatan yang diajukan pihak terdakwa.nIa menilai sikap tersebut menunjukkan jaksa tidak meyakini alat bukti yang digunakan dalam dakwaan.“Kami siap untuk melakukan pembuktian, tapi persoalannya bukan di situ. Kami telah dipenjara selama lima bulan. Kemudian Jaksa ragu sendiri dengan barangnya, yang mengatakan bahwa, ‘Silakan nanti kita buktikan di pembuktian,’” tutur dia.Delpedro menegaskan, perkara yang menjeratnya tidak semata-mata persoalan hukum pidana, melainkan juga berkaitan dengan peristiwa politik yang lebih luas. Karena itu, ia mendorong agar jaksa tidak memandang kasus ini secara sempit.Ia juga meminta jaksa melakukan pembuktian secara adil, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik kerusuhan dalam rangkaian demonstrasi akhir Agustus 2025.Para terdakwa, kata Delpedro, bahkan siap membantu aparat penegak hukum untuk mengungkap aktor yang diduga memiliki kendali politik besar dalam peristiwa tersebut.Baca juga: Kecewa Tanggapan JPU, Delpedro: Perkara Penghasutan Demo Bukan Soal 4 Orang, tapi...“Kami mendorong Jaksa bukan hanya melihat peristiwa ini sebagai peristiwa hukum yang kaku. Tapi sebagai peristiwa yang berkaitan dengan politik. Kami menantang sebenarnya kepada Kejaksaan untuk berani membongkar siapa dalang peristiwa itu,” tantang Delpedro.Sementara itu, kuasa hukum Delpedro, Sekar, menyampaikan tanggapan JPU tidak membantah eksepsi yang diajukan secara spesifik.“Bahwa eksepsi kami solid, eksepsi kami adalah hal yang terbaik yang sudah kami lakukan. Karena tadi di jawaban JPU sebenarnya membuktikan bahwa JPU sendiri tidak bisa menjawab dari eksepsi tersebut,” ujarnya.Menurut Sekar, dakwaan jaksa tidak jelas dan hanya meneruskan hasil penyidikan kepolisian tanpa analisis mendalam. Karena itu, ia menilai dakwaan tersebut seharusnya batal demi hukum.Ia bahkan menyebut jaksa hanya menjalankan peran formal sebagai perantara berkas perkara dari kepolisian ke pengadilan.“Apa yang tidak bisa dijawab oleh Jaksa Penuntut Umum, itu menunjukkan bahwa benar-benar dakwaan ini adalah dakwaan yang obscuur, dan dakwaan yang sebenar-benarnya hanya mengamini apa yang sudah disampaikan oleh polisi dari proses penyidikan sebelumnya,” tutur Sekar.Baca juga: Abaikan Eksepsi Delpedro dkk, JPU Minta Sidang Dilanjut ke Pembuktian


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-06 14:44