1.700 Orang Tewas Akibat Banjir Parah di Asia Tenggara, Termasuk Indonesia

2026-02-04 00:48:59
1.700 Orang Tewas Akibat Banjir Parah di Asia Tenggara, Termasuk Indonesia
Tim penyelamat dan relawan masih berjuang keras membantu jutaan orang yang terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Asia. Sementara, jumlah korban tewas akibat bencana yang salah satunya dipicu hujan ekstrem ini terus meningkat menjadi lebih dari 1.700 orang di Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand.Dilansir Al-Jazeera, Minggu (7/12/2025), lebih dari 900 orang meninggal dunia, 400 orang hilang dan 800 ribu orang mengungsi akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Berdasarkan data BNPB hingga hari ini, total korban tewas di tiga provinsi itu mencapai 916 orang.Di Sri Lanka, pemerintah telah mengonfirmasi 607 kematian dan 214 orang lainnya hilang hingga Sabtu (6/12). Presiden Anura Kumara Dissanayake menyebut bencana di negaranya itu menjadi yang paling menantang.Banjir juga menyebabkan setidaknya 276 kematian di Thailand, sementara dua orang tewas di Malaysia dan dua orang tewas di Vietnam setelah hujan deras memicu lebih dari selusin tanah longsor. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan tim tanggap darurat masih mencari jenazah di lumpur 'setinggi pinggang' orang dewasa. Kelaparan juga menjadi salah satu ancaman paling serius yang kini menghantui desa-desa terpencil dan sulit diakses."Banyak orang membutuhkan kebutuhan dasar. Banyak daerah terpencil di Aceh yang masih terdampak," ujarnya kepada para wartawan."Orang-orang tidak mati karena banjir, tetapi karena kelaparan. Begitulah adanya," sambungnya.Seluruh desa telah tersapu banjir di wilayah Aceh Tamiang yang diselimuti hutan hujan. Wilayah Aceh Tamiang hancur total dari hulu hingga hilir, hingga ke jalan dan laut."Banyak desa dan kecamatan kini hanya tinggal nama," ujarnya. BMKG sendiri memperingatkan hujan sangat deras dapat terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar. Hal itu diperkirakan dapat menghambat proses evakuasi korban bencana.Di Sri Lanka, lebih dari dua juta orang atau hampir 10 persen dari populasi terdampak bencana. Para pejabat di negara itu memperingatkan bahwa hujan lebat yang terus berlanjut dapat menyebabkan risiko tanah longsor baru.Pusat Penanggulangan Bencana (DMC) Sri Lanka mengatakan lebih dari 71.000 rumah rusak, termasuk hampir 5.000 rumah yang hancur akibat banjir dan tanah longsor pekan lalu. DMC mengatakan hujan diperkirakan akan turun di banyak wilayah negara, termasuk wilayah tengah yang paling parah terdampak.Hal itu memicu kekhawatiran akan terjadinya lebih banyak tanah longsor. Operasi pembersihan material longsor juga diperkirakan terhambat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 00:49