Rumah Tua Ambruk di Pecinan Semarang Timpa Satu Keluarga, 1 Orang Tewas

2026-02-05 15:49:56
Rumah Tua Ambruk di Pecinan Semarang Timpa Satu Keluarga, 1 Orang Tewas
SEMARANG, - Sebuah rumah tua di kawasan Pecinan, tepatnya di Jalan Pedamaran, Gang Buntu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, ambruk dan menimpa satu keluarga, pada Selasa sekitar pukul 23.52 WIB.Peristiwa tersebut membuat lima penghuni rumah tertimpa reruntuhan. Satu orang tewas, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu .“Kami menerima laporan pada Rabu dinihari sekitar pukul 00.30 WIB mengenai adanya bangunan yang runtuh dan masih ada lima warga yang terjebak di dalamnya. Kami kirimkan satu tim untuk melakukan evakuasi,” ungkap Budiono.Baca juga: Rumah Tua di Dalam Gang Ini Dijadikan Alamat Pemenang Tender Rp 5 Miliar Jalan Rusak di LampungTim SAR Basarnas bersama tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi di antara reruntuhan bangunan.Rumah yang ambruk diketahui merupakan bangunan tua yang sudah tidak kuat lagi secara konstruksi.Seluruh korban yang merupakan satu keluarga berhasil dievakuasi satu per satu dari bawah puing-puing bangunan.“Pada pukul 01.45 WIB seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan,” kata Budiono.Baca juga: Kampung Semawis Akan Dihidupkan Lagi, Simbol Keberagaman di Kawasan Pecinan SemarangDari lima korban, empat orang ditemukan selamat dengan luka-luka, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.“Ada lima penghuni yang terdampak runtuhnya bangunan, 4 selamat dan mengalami luka-luka, sedangkan satu korban meninggal dunia, diduga akibat tertimpa balok dan tembok rumah,” ujarnya.Para korban luka segera dibawa ke RSUP Kariadi Semarang dan Rumah Sakit Hermina Pandanaran untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.“Seluruh korban ini telah berhasil dievakuasi,” ucap Budiono.Basarnas menyebut, proses evakuasi berjalan lancar meski dilakukan dalam kondisi malam hari dan di area sempit dekat Pasar Pecinan.Petugas juga telah menutup area reruntuhan untuk mencegah bangunan tambahan di sekitar lokasi ikut roboh.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 14:49