Di FFI 2025, Menbud Dorong Film Indonesia Angkat Narasi Pahlawan-Sejarah

2026-02-02 03:34:22
Di FFI 2025, Menbud Dorong Film Indonesia Angkat Narasi Pahlawan-Sejarah
Kementerian Kebudayaan RI bersama Komite Festival Film Indonesia (FFI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Malam Anugerah Festival Film Indonesia 2025, kemarin malam. Berlokasi di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, perayaan ini menjadi ajang penghargaan tertinggi bagi para insan perfilman Indonesia.Mengusung tema "Puspawarna Sinema Indonesia", FFI 2025 menekankan spirit keragaman warna, identitas, serta sudut pandang kreatif yang membentuk wajah perfilman nasional. Tema ini merefleksikan keberagaman genre, gaya bertutur, dan ragam pendekatan artistik dalam sinema Indonesia, pada proses penjurian dari karya-karya yang didaftarkan. Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengapresiasi keberagaman genre dalam dunia perfilman Tanah Air, yang tidak hanya didominasi genre tertentu. Saat ini, spektrum perfilman Indonesia juga menawarkan spektrum yang luas, mulai dari drama sosial, film dengan narasi lokal yang kuat, cerita kepahlawanan dan sejarah, fiksi ilmiah, hingga film dokumenter."Ke depan, saya berharap semakin banyak film Indonesia yang mengangkat narasi kepahlawanan dan sejarah bangsa. Karya-karya yang memperkuat identitas nasional, menumbuhkan kebanggaan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11/2025).Fadli menambahkan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan memastikan warisan budaya Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal. Hal ini bertujuan untuk memperkuat jati diri bangsa, mempererat persatuan nasional, dan memberikan kontribusi bagi peradaban dunia.Ia juga menyampaikan capaian-capaian dunia perfilman Tanah Air, dimana bioskop Indonesia mencatat hingga November 2025 lebih dari 75 juta penonton yang menikmati film Indonesia. Selain itu, film-film Indonesia berhasil menguasai sekitar 70% pangsa pasar box office nasional."Berbagai capaian malam ini merupakan wujud semangat kolektif, keberagaman bangsa, dan kekayaan narasi yang menjadi denyut nadi kebudayaan kita. Mari kita jadikan malam ini momentum untuk memperkuat komitmen bersama memajukan perfilman Indonesia. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat yang tak pernah padam, sinema Indonesia akan terus menjadi kekuatan yang menyatukan, menginspirasi, dan mengangkat martabat bangsa," ungkapnya.Sementara itu, Ketua Komite periode 2024-2026, Ario Bayu menyampaikan semangat yang diusung FFI adalah 'Puspawarna Sinema Indonesia' karena mereka menyadari bahwa kekuatan film tidaklah tunggal. Ia menilai setiap cerita, setiap sudut pandang adalah kepingan mozaik yang membentuk narasi besar tentang Indonesia."Kita sedang menyusun bersama sebuah sejarah kolektif tentang siapa kita, di mana kita berdiri, dan ke mana kita melangkah. Tahun ini, kita menyaksikan bagaimana sinema Indonesia tumbuh dengan keragaman yang semakin kaya, puspawarna dari budaya dan imajinasi; serta perspektif yang berbeda-beda namun berpadu dalam satu ruang yang sama, yaitu layar," paparnya."Mari kita jadikan malam ini sebagai sebuah refleksi bahwa di tengah hingar-bingar dunia yang semakin cepat, di tengah arus yang tak terbendung, kita para pekerja film Indonesia memiliki peran yang begitu penting. Tidak sekadar menghibur, tetapi juga menjaga martabat kemanusiaan, melestarikan warisan budaya, dan menyalakan obor kritik sosial yang mencerahkan," pungkasnya.Sebagai informasi, gelaran Festival Film Indonesia mengukuhkan posisi FFI sebagai standar penilaian perfilman nasional yang kredibel, transparan, dan profesional. Proses penjurian telah melibatkan 80 anggota Akademi Citra, 13 asosiasi profesi perfilman, serta Dewan Juri Akhir.Proses penjurian berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu: seleksi awal, rekomendasi akademi citra, penetapan nominasi oleh asosiasi, dan penjurian akhir oleh dewan juri. Pada sejumlah tahap, metode evaluasi mengkombinasikan penilaian berbasis skor atau voting dengan diskusi kualitatif. Penyelenggaraan Malam Anugerah FFI 2025 terasa istimewa karena menandai perayaan usia ke-70 tahun FFI sebagai cerminan kemajuan teknis dan keberagaman sinema nasional.Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, ⁠Ahmad Mahendra; Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza; ⁠Ketua Lembaga Sensor Film RI, Naswardi; dan jajaran Kementerian Kebudayaan. Hadir pula Didit Hediprasetyo; Wakil Gubernur D.K Jakarta, Rano Karno; Duta besar Perancis, Fabien Penone; serta para artis dan juga insan perfilman Tanah Air. Tonton juga video "Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2025"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 01:59