Jaga Sensor Mobil Diesel Common Rail, Mahal kalau Sampai Rusak

2026-01-16 07:03:55
Jaga Sensor Mobil Diesel Common Rail, Mahal kalau Sampai Rusak
JAKARTA, – Pemilik mobil bermesin diesel modern seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport perlu memahami bahwa sistem common rail bekerja jauh lebih kompleks dibandingkan mesin diesel konvensional seperti Isuzu Panther. Teknologi ini memang membuat performa lebih optimal dan emisi lebih rendah, tetapi di sisi lain perawatannya membutuhkan ketelitian lebih, terutama terkait komponen sensor.Esa, pemilik bengkel Esa Diesel Specialist Common Rail, mengatakan bahwa pemeriksaan kerusakan pada mobil diesel modern tidak bisa dilakukan secara manual. Proses diagnosis harus selalu menggunakan alat pemindai atau scanner.Baca juga: Pengajuan Kredit Mobil Banyak Tersendat di Tahun Ini“Kalau untuk tahu part yang diganti wajib di-scanner, artinya tidak seperti mobil konvensional. Kalau mobil common rail wajib kita scan dulu, setelah di-scanner nanti baru bisa tahu mana yang trouble. Akan muncul check engine-nya, misalnya common pressure-nya low,” ujar Esa, kepada Kompas.com belum lama ini.Ia menjelaskan, jumlah sensor pada mobil berteknologi common rail cukup banyak, dan masing-masing berperan mengatur kinerja mesin.Karena itu, bila ada satu sensor yang rusak, mesin dapat kehilangan presisi, memicu gejala seperti brebet, kehilangan tenaga, hingga munculnya lampu peringatan di dasbor.Kompas.com/Donny Mitsubishi Pajero Sport di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025Adapun untuk penyebab kerusakannya cukup beragam, mulai dari pemakaian bahan bakar dengan kualitas yang buruk, sistem bahan bakar yang terkontaminasi, panas berlebih di ruang mesin, korsleting hingga pemakaian oli yang tidak sesuai spesifikasi.Biaya perbaikannya pun tidak bisa dibilang murah. Menurut Esa, harga satu sensor berada di kisaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per item.“Untuk biayanya tergantung kerusakan sensor, untuk satu sensor antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per penggantian item dan satu mobil itu bisa lebih dari 10,” katanya.Baca juga: Sistem One Way Berlaku di Lebak Bulus, Cek Rute dan WaktunyaUntuk itu, kata Esa, penggantian sensor yang bermasalah tidak boleh diabaikan. Jika dibiarkan terlalu lama, maka kerusakan bisa merembet ke komponen lain yang nilainya jauh lebih mahal.“Akibatnya apa? Kalau sensor-sensornya rusak tidak diganti, nanti bisa kena ECU juga bermasalah,” ujar Esa.Dengan harga ECU yang bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung model kendaraan, pemilik mobil diesel common rail disarankan melakukan perawatan berkala dan tidak menunda perbaikan ketika lampu check engine mulai menyala.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 05:22