Manuver Budi Arie Merapat ke Gerindra, Ada Peran Jokowi di Baliknya?

2026-01-12 23:53:53
Manuver Budi Arie Merapat ke Gerindra, Ada Peran Jokowi di Baliknya?
JAKARTA, - Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, resmi menyatakan niatnya bergabung dengan Partai Gerindra.Langkah yang sontak mengguncang peta relawan politik pendukung Presiden Joko Widodo itu.Pernyataan itu ia sampaikan secara terbuka dalam Kongres III Projo yang digelar di Sahid Hotel, Jakarta, Minggu .Ketika dikonfirmasi ulang keesokan harinya, Budi Arie menegaskan bahwa keputusannya sudah final.“Oh (bergabung) ke Gerindra? Iya dong,” ujarnya dengan nada tegas kepada Kompas.com, Senin .Langkah Budi Arie ini menimbulkan tanda tanya besar. Sebagai ketua organisasi relawan yang dikenal sebagai benteng politik Jokowi sejak Pilpres 2014, arah dukungannya ke Gerindra, terasa seperti langkah politik yang tak biasa.Baca juga: Menerka Strategi Budi Arie: Gelendotan ke Prabowo, Bawa Pengaruh JokowiApalagi, Jokowi dalam beberapa bulan terakhir justru menunjukkan kedekatan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tempat putra bungsunya, Kaesang Pangarep, berlabuh.Di tengah konstelasi yang terus berubah, keputusan Budi Arie tampak bukan sekadar langkah personal, melainkan cerminan dari dinamika politik pasca-Jokowi yang mulai menemukan bentuknya.Intrik politik Budi Arie ini dinilai menjadi bagian strategi politik Jokowi. Hal ini disampaikan pengamat komunikasi politik Hendri Satrio.Dia bilang, Jokowi ada di balik keputusan Ketum Projo Budi Arie menjadi kader Gerindra untuk memberikan pengaruh Jokowi di partai berlambang kepala garuda itu."Menurut saya, itu sangat mungkin adalah strategi Jokowi juga untuk menyusupkan Projo ke Gerindra, supaya Jokowi juga memahami arah dan strategi Gerindra mau apa ke depan," katanya.Hendri mengatakan, cara Projo mendekat ke pemerintahan bisa menjadi keuntungan politik untuk keluarga Jokowi.Baca juga: Budi Arie Ungkap Hubungannya dengan Jokowi, Usai Nyatakan Bakal Ubah Logo ProjoMenurut dia, kepiawaian Jokowi dalam memberikan manuver politik tentu tak bisa diragukan. Ini yang membuat Hendri menilai apa yang dilakukan Projo murni sebagai strategi."Bisa jadi seolah-olah dibuat mereka berpisah. Padahal itu adalah sebuah strategi untuk memperkuat ide Jokowi sebelumnya, Prabowo-Gibran 2 periode," tuturnya.Perubahan sikap drastis Projo terhadap Gerindra dan Presiden Kedelapan RI Prabowo Subianto ini dibaca Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.Dia mengatakan sikap Projo ini sebagai konsisten untuk tidak konsisten.Ada beberapa peristiwa masa lalu yang diungkit Yunarto untuk memperlihatkan sikap Projo yang tidak konsisten tersebut.Pertama, pada Pemilu 2014 silam, saat Budi Arie menyebut Prabowo sebagai bahaya untuk demokrasi.Baca juga: Tanpa Wajah Jokowi di Logo, Projo Ingin Lepaskan Kultus Individu"2018, Bung Freddy Damanik bisa menjawab dari siapa Projo yang pernah mengatakan kalau perlu Prabowo didiskualifikasi karena kasus Ratna Sarumpaet hoax," katanya.Konflik ini tercatat dalam pemberitaan Kompas.com pada 11 Oktober 2018.


(prf/ega)