Income Masih Random, Kapan Sebenarnya Gen Z Wajib Bayar Pajak?

2026-01-11 22:15:20
Income Masih Random, Kapan Sebenarnya Gen Z Wajib Bayar Pajak?
JAKARTA, - Kalian sadar nggak, akhir-akhir ini timeline media sosial penuh dengan kampanye pajak yang menyasar anak muda?Mulai dari kreator yang masuk FYP TikTok sambil jelasin cara daftar NPWP, kampus-kampus yang mulai adain sosialiasi pajak, sampai ajakan halus dari pemerintah agar generasi Z mulai “melek pajak”?Di atas kertas, alasan pemerintah ini terdengar masuk akal.Tapi buat banyak Gen Z yang hidupnya masih di fase cari kerja, ngejar proyek freelance, atau magang dengan uang transport yang bahkan belum tentu cair, kampanye itu kadang terasa… kurang nyambung.Baca juga: Pedagang Thrifting Protes ke Menteri UMKM: Kami Juga Bayar PajakRasanya kayak diajak ikutan maraton padahal baru selesai jogging dua menit dan masih ngos-ngosan.Realita hidup anak muda hari ini nggak seindah gambaran financial freedom di TikTok.Menurut survei Populix, 74 persen Gen Z dan milenial menghabiskan uangnya hanya untuk bertahan hidup: makan, transportasi, bayar tagihan.Sisanya? Ada yang habis buat cicilan, kursus, bahkan langsung habis dalam sepekan.Selain itu, rasio pajak Indonesia turun menjadi 8,42 persen pada semester I 2025, lebih rendah dari tahun sebelumnya.Baca juga: Begini Cara Mudah Bayar Pajak Kendaraan Lewat Aplikasi SignalTidak heran pemerintah mulai menyasar generasi muda sebagai calon wajib pajak baru.Namun, apakah kampanye ini sudah mempertimbangkan concern mereka?Livia Denaya, mahasiswa yang bekerja sebagai freelancer, merasakan ritme hidup yang naik-turun ini.Pendapatannya sering tidak menentu, kadang aman, kadang mepet sekali.Ia bilang, “Pendapatan per bulannya naik turun… setengah cukup, setengah enggak.”Baca juga: 10 Negara Bebas Pajak Penghasilan pada 2025, Nikmati Hidup Tanpa Potongan PajakMaka wajar, ketika kampanye pajak muncul, ia langsung bingung. Hidupnya saja masih serba improvisasi.


(prf/ega)